SELALU ADA NASI TELOR CEPLOK

Nasi Telor Ceplok

Siapa yang tau video telor ceplok yang lagi viral belakangan ini di dunia maya? Yaps video reaksi yang dibuat oleh salah satu orang kreatif pendiri ceritera agency yang bernama Ko Edward Suhandi. Sudah pada lihat belum videonya?

SELALU ADA NASI TELOR CEPLOK

Video yang berjudul: “Alasan Jangan Panic Buying: SELALU ADA NASI TELOR CEPLOK” yang berdurasi 2 menit 7 detik ini langsung viral karena ramai-ramai dishare. Apa yang membuat viral? Apakah karena nasi telor ceploknya? Apakah karena issue yang diangkat? Atau karena konten yang memang baik?

Menurut hemat masolo, ketiga hal diatas mutlak terpenuhi dari video ini: MOMEN yang tepat, KONTEN yang baik, CARA PENYAJIAN yang penuh kesederhanaan. Bayangkan, hanya dengan video nasi telor ceplok saja, kontennya sudah dilihat hampir 719k hanya di instagramnya saja, belum terhitung yang share via WA group dan social media lainnya. Viral? Sudah tentu. Jadi topik perbincangan? Sudah pasti.

APA SIH YANG BIKIN VIRAL?

Nah daripada penasaran, coba kita cek ketiga hal utama yang tadi sempet masolo mention di atas. Kali ini kita coba bahas dari sudut pandang penonton yah, anggap saja kita adalah penonton awam yang tiba-tiba dibagikan video itu di WA group, auto ke download , jadinya keputer deh tu video. Lets go kita iris tipiss….

SATU: MOMEN YANG TEPAT

Kok tepat? ya karena video ini hadir dikala masyarakat sedang cemas dan khawatir akan virus COVID-19 dan dampak-dampak yang ditimbulkannya. Sudah tentu kecemasan pertama terkait kesehatan, karena virus ini sangat cepat menyebar, dan dikabarkan beberapa yang terinfeksi virus ini meninggal dunia. Kalau sudah denger kata meninggal dunia, sudah pasti orang ketakutan kan tuh, makin parno lagi begitu melihat yang tertular banyak dan cepat dalam bilangan ekaponensial, bukan lagi deret ukur…ngeriii…

Kecemasan kedua adalah dampak ekonomi yang tercipta, baik itu secara micro maupun macro. Ga usah bahas ekonomi negara dulu deh, kita bahas ekonomi kita masing-masing, siapa yang masih bisa beli masker seharga 1000 rupiah satu biji? Atau siapa yang masih dapet beli hand sanitizer seharga 5000 rupiah? GA ADA? Waduh… Itulah dampak ekonomi yang terjadi: KEPANIKAN MASSAL, sehingga mereka berbondong-bondong membeli sembako, masker, hand sanitizer dan perlengkapan medis lainnya. Akibatnya harga melambung tinggi, barang jadi langka, krisis tercipta.

SELALU ADA NASI TELOR CEPLOK

Melihat momen dan fenomena kepanikan di atas, video ini seakan hadir untuk memberikan oase sekaligus shocking soda sebagai teguran sekaligus harapan. Teguran bagi yang terlanjur PANIC BUYING, harapan bagi yang tidak kebagian barang kebutuhan pokok dan alat perlindungan diri seperti masker, hand sanitizer dan lainnya, sekaligus juga untuk para pahlawan medis di garsa terdepan.

Momentnya tepat, begitu muncul langsung Jegeeerrr…. Orang berama-ramai share hal ini, jadi bahan diskusi, jadi bahan untuk menegur secara halus, jadi bahan untuk membangkitkan harapan. Kalau bicara tentang viral, momenlah yang jadi faktor penentu.

DUA: KONTEN YANG BAIK

Hari gini bikin konten mah bisa apa aja, ga perlu baik, ga perlu jujur yang penting lucu, nyeleneh bahkan kalau bisa bikin kontroversi biar jadi perbincangan netizen dan ramai di social media (plus jangan lupa tag lambe turah). Tapi ko Edward tidak mau ke arah situ, dia konsisten dengan konten-konten baik yang dia ciptakan untuk kegerakan sosial (yang sudah follow pasti tau bahwa setiap ada isi sosial pasti ko Edward yang lebih dahulu menelurkan konten-konten bermanfaat). Konten baik menjadi senjata sekaligus jati diri Ko Edward untuk terus berkarya dan menyeruarakan hal-hal positif di tengah situasi yang negatif.

Penasaran sih, baiknya ini konten dari mana yah? Yuk kita bedah…..

Kalau teman-teman sudah melihat video ini dari awal sampai dengan habis, isi videonya sih hanya orang masak telur ceplok, trus dipadukan dengan nasi hangat, kasih kecap trus dimakan deh. Tak lupa telurnya dibuat setengah matang ala-ala telor Sentosa yang dipopulerkan oleh Nex Carlos. Ah elaaaah, video gitu doank, baiknya di mananya?

Nih Telor Ceploknya, Jadi Laper ga?

Weits nanti dulu, coba liat videonya sembari denger narasi yang dibangun melalui suara dan tulisan. Narasinya adalah mengenai himbauan untuk tidak Panic Buying. Kenapa? Karena panic buying ini bisa merugikan banyak orang, terutama orang yang benar-benar butuh dan kekurangan stok makanan yang habis karena diborong orang-orang berduit yang sebenarnya ga butuh-butuh amat itu barangnya. Pesan ini terjadi karena melihat banyaknya post foto maupun video, bahkan real kejadian yang masolo alami sendiri ketika berbelanja di supermarket: ANTRI COY… Mending antrinya 1 dua orang, ini bisa sampai belasan orang, dan per orangnya bisa beli berdus-dus indomie, berkarung-karung beras, dan berpuluh-puluh gulungan tissue. Serem kan, serasa mau kiamat.

Lagi-lagi Ko Edward menyerukan untuk tetap tenang, harus bisa lebih berempati sekaligus berkontribusi. Minimal tahan diri untuk tidak membeli secara berlebihan, menyalahkan pemerintah, share hal-hal yang bikin panik. Tahan diri adalah bentuk kontribusi untuk memberikan waktu bagi pemerintah untuk menjalankan kebijakannya yang pasti berpihak kepada rakyat, memberikan waktu untuk jalur distribusi mengisi stok-stok kosong yang ada di supermarket, dan yang terutama memberi waktu untuk tenaga medis berjuang di garda terdepan menyembuhkan orang-orang yang positif.

Di akhir video ada quote dashyat yang bikin perasaan makin haru (siapa yang sampai nangis hayoo..hehehe). Yaps, kutipan quotes dari Michael Obama yang bilang: “You Cannot Be Happy Being the Only One.” Yang kalau diterjemahkan ala masolo berarti “Kamu ga akan bisa Bahagia kalau hanya kamu yang Bahagia.” Duh netes ini air mata.

KETIGA: CARA PENYAJIAN YANG SEDERHANA

Lagi-lagi kunci dari video yang disajikan oleh ko Edward adalah sebuah kesederhanaan. Masolo rasa alat buat shoot-nya pun hanya satu buah kamera dslr/mirrorless tanpa lighting dengan setinggan di dapur rumahnya. Kurang sederhana apa coba. Dilihat dari editannyapun juga yah ga ada efek-efek ala Hollywood, ga ada yang Namanya pake fade-in fade out, green screen, dll. Sengaja videonya dibuat vertical priority supaya bisa muat dan dishare untuk status wa atau IG. Kepikiran yah, sederhana tapi berdampak luar biasa.

Dan yang bikin makin yahud adalah ini video adalah kegiatan yang bisa dilakukan semua orang, kapanpun dan dimanapun. Sesederhana itu? Iyah. Semua orang bisa NYEPLOK TELOR.

Jadi dari semua hal yang kita Analisa, coba deh tonton videonya lagi. Masolo sudah nonton berulangkalipun tetap nyess dibuatnya. Antara terharu, sedih sekaligus termotivati untuk berkegiatan sosial. Bukan lagi mementingkan diri, tapi lebih melihat apa yang bisa diciptakan untuk memotivasi. Salah satu contohnya dengan berkarya sederhana ini: NASI dan TELOR CEPLOK. Jadi malu yah, katanya konten creator, tapi kok ga kepikiran menciptakan konten begini, demi menyerukan teguran sekaligus harapan di masa-masa susah ini.

Yuk Nyeplok Telor, Eh Nyeplok KARYA maksudnya

Bagi siapapun konten creator yang baca artikel ini, masolo mengajak kita semua untuk ikut serta dalam kegerakan yang dibuat oleh ko Edward ini: TIDAK PANIC BUYING, sekaligus kita coba SUMBANG IDE dan KARYA kita untuk menenangkan dan memberikan harapan kepada semua orang di masa-masa sulit ini walapun tidak ada bayaran/endorse/ataupun imbalan yang kita dapatkan. Semoga bisa menginspirasi.

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi.

4 thoughts on “SELALU ADA NASI TELOR CEPLOK

  1. Terus ini mau bikin gerakan nasi dan telor ceplok min..? 😂😅😅😅
    Gpp biar harga telor naikk, kan untung yang jual telor wkwkwk

  2. telur ceplok, ga akan prnh gagal menjadi makanan pembangkit selera di saat susah ato ga napsu makan ;p. aroma telur yang digoreng slalu bikin laper , apalagi kalo ditambah kecap dan minyak bawang putih :D. harganya murah pula… sesulit apapun kondisi kita, makanan ini slalu bisa jd penyelamat yaa ;). ga perlu ada panic buying sebenernya .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *