Ranukumbolo : Couple Goals Ala Kami!

Teruntuk kamu dan Ranukumbolo:


Jika kamu ingin menjelajah dengan cepat, berpetualanglah seorang diri!

jika kamu ingin menjelajah dengan nikmat, berpetualanglah dengan pasangan!

Mungkin itulah frasa yang pas untuk masolo sampaikan dipembukaan tulisan yang akhirnya hadir kembali di blog sesuapnasi. Sudah hampir satu masehi nampaknya masolo ga melahirkan sebuah tulisan lagi, entah karena malas atau karena alasan kesibukan. Tapi tenang, niat sudah ada, dan sudah disegerakan dengan adanya tulisan ini. Sesuapnasi lahir kembali, dengan konten petualangan sebagai awalnya.

Berpetualang kemana kali ini masolo?

Setelah dihajar hampir selama satu tahun mengurusi rumah tangga kecil yang diberikan Tuhan, ditambah lagi tanggung jawab menjadi seorang manajer di kantor baru, akhirnya waktu untuk refresh itu datang juga. Setelah berpikir singkat dan pas betul ada ajakan dari kawan untuk mendaki, berangkatlah masolo untuk refreshing dengan pergi mendaki. Kemana? Semeru jawabannya, lebih tepatnya ke Ranukumbolo.

Ranukumbolo Semeru
Keindahan tiada tara di Ranukumbolo

Kenapa harus semeru?

Jadi sebenarnya, destinasi ini adalah satu dari sekian banyak wishlist yang direngekan mbaolo kepada masolo. Yaps, ini tuh keinginannya mbaolo untuk berpetualang bersama pasangannya, suaminya tercinta, macam nadine dan suaminya itu lho..hehehehhehe… Masih belum terjawab: kenapa Semeru? karena Mbaolo ingin merasakan berduaan dengan suaminya di depan danau yang cukup fenomenal, Ranukumbolo. Merasakan sensasi lelah bersama, dingin bersama, kemudia terbangun di pagi dengan sapaan embun yang menghentak dari ujung danau Ranukumbolo, aihh rasanya kok romantis yah.  Ngomong-ngomong ada yang tau ga sih Ranukumbolo itu apa? konon katanya, Ranukumbolo ini adalah sumber mata air yang ditemukan sejak Jaman dahulu dan dianggap sebagai air suci oleh masyarakat dan adat istiadat setempat (suku tengger, masyarakat Hindu-Budha, dan masyarakat sekitar). Danau yang cukup memukau ini harus dijaga kebersihan dan kelestariannya karena merupakan sumber alam yang pesona dan kegunaannya tiada habisnya. Konon katanya, dahulu sebelum banyak pendaki, Ranukumbolo dijadikan tempat oleh para satwa liar, mulai dari hewan herbivora maupun karnivora seperti macan kumbang dan macan tutul untuk bertahan hidup.

Ranukumbolo Semeru
Ini Alasannya kenapa harus Semeru 🙂

Permintaan ke Semeru ini sebenarnya sudah ada sejak kami pacaran. Malahan, mbaolo ingin supaya foto prewednya di Semeru, beuh,… kebayang ga sih repotnya pendakian, bawa baju ala alanya, bawa makeup artisnya, bawa kameranya, belom lagi bawa perbekalannya. Dijamin malesin, mahal dan repot, apalagi waktu itu menjelang persiapan pernikahan kami berdua, jelas ga akan disetujuin oleh kedua belah pihak sih. Bisa-bisa dimarahin abis-abisan: “Orang mau nikah kok malahn nanjak gunung, lha piye toh ndok…hahhahahaha”

Rindu Semeru

Sebenarnya, masolo juga rindu sama ini gunung. Terakhir ke sini adalah pada tahun 2014, dimana bareng 4 kawan yang setia menemani masolo nanjak sampai ke Puncaknya (walaupun satu orang akhirnya tepar dan tak dapat sampai puncak karena kakinya terkilir). Di kala itu Semeru masih sunyi, belum banyak pendaki macam masa kini. Dan dikala itu jugalah sempat terucap di tanjakan bukit cinta bahwa Masolo akan kembali lagi bersama istri untuk bisa menikmati pagi di Ranukumbolo.

Ranukumbolo Semeru
Tanjakan Cinta benar adanya, Sekarang masolo kembali bersama mbaolo 🙂

Dan tara… benar adanya, impian itu tercapai. Mungkin karena konon katanya kalau menanjak di tanjakan cinta jangan nengok ke belakang. Bagi siapapun yang mengucapkan doa/janji/komitmen tanpa menoleh ke belakang, niscahya apa yang didoakan akan terkabul. Dan voila, di sinilah masolo berasa mbaolo sekarang di Ranukumbolo.

Ngomong-ngomong, apa yang paling dirindukan dari Semeru hayo? yaps, pagi di Ranukumbolonya itu. Sensasi dingin yang merasuk tulang yang perlahan sirna ketika matahari mulai bersinar. Bersinarnya tepat di tengah dua bukit yang menjaga Ranukumbolo. Sedangkan Ranukumbolo sendiri turut menyumbang keindahan pagi dengan aroma dan kabut tipis yang perlahan dibawa naik oleh udara menuju tenda. Aiihh ngebayanginnya ajah bikin mau balik ke situ lagi lho.

Ranukumbolo Semeru
Tipis ajah, tipis

Sampai Puncak ga Masolo?

Jawabannya adalah engga. Kenapa, karena merasa sudah jompo euy, ditambah lagi ada tanggung jawab yang dibawa kini, yaitu istri tercinta. Harus bisa pastikan Mbaolo naik dan turun selamat sampai ke peraduan. Dan begitu ngobrol dengan Mbaolopun dia ga mau kok ke puncaknya, maunya sampai Ranukumbolo saja. Okelah kalau begitu, berati tujuan sudah ditetapkan, dan saatnya nikmati perjalanan.

Akhir kata,

akhirnya masolo nulis lagi

akhirnya masolo ke Semeru lagi bareng Mbaolo

akhirnya masolo nanjak dan traveling lagi

dan akhirnya masolo bisa masak dan makan enak di Ranukumbolo

Siapa yang rindu semeru , hayoo…

Ranukumbolo Semeru
Mari makan cuy, salam sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

One thought on “Ranukumbolo : Couple Goals Ala Kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *