Kepada Covid: Saya Resign!

Wah kok resign masolo, kenapa?

Yap, bener sekali, ketika covid menerjang, masolo sudah mantap dengan keputusan ini, yaitu resign. Sejujurnya masolo belum berani bercerita banyak soal ke-resign-an ini, dikarenakan masih agak kuatir takut salah langkah. Tapi toh akhirnya dengan iman yang mantap masolo harus tetap melangkah dan percaya dengan keputusan bahwa masolo harus resign dari tempat kerja masolo.

Bagi yang belum tau, masolo sebelumnya bekerja di salah satu brand kosmetik dan skincare lokal di bilangan Cipete. Di sana masolo mengerjakan digital marketingnya, mulai dari konten di social media, KOL manajemen, digital ads, hingga e-commerce. Tentunya masolo ga sendiri, karena dibantu team yg siap sedia dan senantiasa belajar.

Kalau dilihat secara gaji dan kerjaan, sesungguhnya nikmat dan aman, paling tidak untuk 5 tahun ke depan, walau harus mengorbankan hari sabtu supaya masuk. Tapi bisa dibilang gaji cukup lah untuk bisa main valas sekaligus buka deposito sekaligus juga makan all you can eat setiap minggunya.

hidup itu pilihan

Lantas kenapa mau resign? kan udah mapan tuh, udah karyawan tetap pula. Jawabannya sederhana, karena walaupun kerjaannya sesuai passion masolo, industrinya bukan masolo banget. Coba bayangkan masolo yg seorang foodies ini harus beradaptasi dengan lipstick, bb cushion, lulur hingga pelembab. Dari foodblogger menjadi handsome blogger. Kebayang kan usaha kerasnya masolo untuk mempelajari semua itu. Dan yang paling menyulitkan adalah semua produk yg masolo promokan melalui konten dan jualan ecom tidak bisa masolo coba dan rasakan, pergulatan batin banget..hahahhaha..

welcome covid

Hingga akhirnya tibalah covid di Indonesia. Kalau tidak salah kasus pertama terdeteksi awal Februari 2020, dari 2 orang hingga mencapai ribuan kasus. Apa yang terjadi? pembatasan sosial, dimana pun ada protokol kesehatan. Was-was dengan keadaan, karena sewaktu-waktu siapa saja bisa terkena dan menyebabkan kematian. Kesehatan menjadi penting, walau kondisi kantong juga tak kalah penting. Kalau disuruh memilih, masolo memilih untuk sehat dulu, karena dengan sehat kita masih bisa berfikir jernih untuk bisa mencari pendapatan. Niat hati ingin social distancing dengan di rumah saja, apa daya ternyata kantor tidak mengizinkan, kenapa? karena e-commerce harus tetap jalan setiap harinya. Ketika retail hancur lebur diterpa covid, semua berbondong-bongong datang ke e-commerce. Online store di-“push to the limit“, harus promo di sana sini, alhasil pesanan membludak, chat membludak, packingan luar biasa, laporan juga harus kejar tayang, dan semua tanggung jawab siapa? yah digital e-commerce lah, siapa lagi. Jangankan bisa di rumah saja, buat tetap sehat di kantor aja adalah sebuah perjuangan hebat (apalagi kantor masuk zona merah).

Pada akhirnya bulatlah tekat masolo, untuk kembali lagi menata serpihan-serpihan mimpi yg sempat berantakan dan ga karuan. Mimpi itu bernama SESUAPNASI , yaps sebuah mimpi yg sudah dibangun dari dahulu, menjadi sebuah media digital yg siap membantu siapa saja yg ingin mencari sesuapnasi. Blog yg sudah ada lama kini menjelma menjadi sarang laba-laba, juga instagram yg menjadi sosial media utama yng tak lagi banyak aktivitas di sana, engagement semakin menurun, ditinggalkan follower karena kontennya itu-itu saja dan hanya update minimal 2 minggu sekali, itupun jika sempat. Ini mimpi yg sudah menjadi kumuh, berdebu, dekil, dan tak terjamah. Setelah tekat bulat, masolo mengajukan resign dengan 2 tujuan: yang pertama adalah ingin tetap sehat dan terhindar dari covid, kedua adalah membangun mimpi sekaligus berada di industri yang seharusnya, food and beverage.

Apa yang terjadi kini? Puji Tuhan sampai hari ini masolo tetap sehat, kuat dan makan setiap harinya. Memang berat diakui ketika lagi-lagi merasakan hidup tanpa gaji. Tapi ternyata Tuhan sediakan banyak jalan untuk masolo sekeluarga bisa tetap hidup, tetap makan dan bisa berkarya juga. Pelan tapi pasti blog dibangun kembali, dipercantik dan dibuat nichenya yaitu food dan mood blog. Instagram kembali dihidupkan lagi dengan tujuan jangan sampai followersnya lari, naikin engagement, dan berkarya dari hati. Perlahan tapi pasti, debu disingkirkan, puing kembali dibangun, konten mulai terisi, personal branding mulai terbangun, jiwa masolo kembali bersemangat dan bergelora, networking pun kembali jalan. Satu demi satu Tuhan pulihkan, sembari tetap berharap mendapatkan pemasukan atau pekerjaan lagi untuk bisa menghidupi keluarga dan membantu saudara yg kekurangan.

ekspresi muka begitu ditanya: enak ga menjalani mimpi?

Enak ga menjalani mimpi? enak sekaligus ngeri. Ngeri karena tanpa gaji, ngeri karena penuh dengan yg tak pasti, ngeri karena kadang merasa telat dan minder dengan para foodies yg sudah memulai duluan, jauh lebih lama, jauh lebih banyak followersnya dan engagementnya, dan jauh lebih paham dengan industri ini. Enaknya dimana? karena bekerja dengan hati, dan kembali menemukan Tuhan di tengah pandemi.

Hidup masolo kini seperti menjalani doa Bapa Kami “Berikanlah makanan kami pada hari ini secukupnya.” yap secukupnya, agar masolo bisa berharap penuh kepada Pemberi berkat bukan pada berkatnya, agar masolo memahami arti bersyukur terhadap hal-hal yang sederhana, agar masolo belajar untuk bersandar, berserah dan meminta kepada Tuhan setiap harinya. Dan sampai sekarang, Puji Tuhan kulkas masolo selalu penuh dengan makanan yg tiada lain adalah model-model masolo..hahahha.. selain itu untuk membayar listrik dan lainnya, ternyata Tuhan juga beri dengan job campaign yg tiba-tiba menyapa email masolo. Walau kalau dihitung dengan gaji dulu ga sampai 10 persennya, tapi itulah hebatnya Tuhan, dicukupkan agar mampu bersyukur dan kembali menemukan Tuhan.

Gimana ke depannya? Yang utama dan terutama adalah kembali menemukan waktu teduh bersama dengan Tuhan. Menikmati setiap pembacaan alkitab, memuji menyembah, berdoa syafaat dan bercakap-cakap dengan Sang Pencipta.

Internet Baik = Warisan Masa Kini
Angan tanpa ingin sama dengan angin

Rencana pekerjaan ada 2 jalur, entah menjadi entepreneur di sesuapnasi ini, atau kembali bekerja lagi menjadi digital marketing dengan industri FnB. Apapaun treknya, masolo sudah menyerahkannya kepada Tuhan sepenuhnya, karena manusia berkehendak, Tuhanlah yg memutuskan. Berserah penuh bukan menyerah pasrah, sembari menghidupi mimpi yg harus menjadi inspirasi. Karena kita hidup bukan untuk diri kita sendiri bukan, tapi hidup untuk menjadi inspirasi bagi keluarga, orang lain, bahkan dunia.

Akhir kata, dear covid: Masolo Resign!

Salam Inspirasi,
Sesuapnasi.

29 thoughts on “Kepada Covid: Saya Resign!

  1. salut mas ;). tapi bisa dibilang, kita sama, resign di saat pandemi masih berlangsung, dan orang2 malah berharap untuk masih punya kerjaan. temen2ku juga banyak yg kaget. setelah 13 thn, aku akhirnya memilih resign dr bank asing yang udh membesarkan aku dan keluarga sampe skr. kalo ditanya alasan, lebih nurani yg udah ga sesuai. job desk yang diksh juga ga sejalan dengan prinsip hidup. dan kalo aku hrs bekerja tanpa hati dan passion, aku lbih memilih kluar. Gajinya memang besarm benefit bagus, tapi ga ada guna kalo stiap malam aku pulang dlm kondisi marah, kesel, stiap inget muka bos yg ada maunya maki2 hahahahaha…

    ga sehat kondisi begitu

    dan aku akhirnya milih untuk kluar. dari segi gaji memang terputus skr… tp alhamdulillah masih ada suami yg malah dikasih rezeki lebih. bisa dibilang, gaji kami berdua dulu, skr malah pindah ke suami, bahkan lebih. nikmat mana lagi yg hrs aku dustain ;). Aku slalu prcya kok, kalo memang kita bekerja demi mendapatkan berkat Tuhan, hasilnya ga akan prnh mengkhianati.. Tuhan pasti jaga dan ga akan melepas kita begitu aja 🙂

    1. Kereennn…mengutip kata orang bijak “Jadi Kepala itu lebih baik meskipun kecil daripada tetap jadi buntut walaupun besar”
      sukses terus ya bro 👍

  2. Tos dulu Masolo, saya juga baru resign karena covid19. Aku juga merasa ini momen tepat untuk keluar dari zona nyaman di kantor karena ada banyak mimpi yang harus dikejar. Semangat!

  3. Suka banget dengan semua yang tertulis disini masolo , pilihan yang cukup berat dan penuh dengan kebimbangan pastinya kedepan , tapi bersama dengan DIA kita bisa melewati semua . Kalau incess pengen berkerja emang sesuai dengan passion kita , baru aku merasakan kebebasan sebebas2 ny berkreasi disana .
    Selalu ada jalan jika bersama DIA

  4. “Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan”
    Nikmat waktu luang
    Nikmat beribadah
    Nikmat berkumpul
    Selalu tentang doa dan perjuangan,
    Sabar dan mengejar.
    Selamat memberikan inspirasi seluruh pecinta kuliner dan orang2 didalamnya…
    Tetep sehat, jgn lupa berbagi.

  5. Salam masolo, dari tariita a.k.a tata. Ga bicara soal resign sih. Tapi artikel ini seperti mengingatkan aku pada diriku. 2013 mulai ngeblog.. Sejak 2017 aku terjun ke dunia beauty blogger. Suka sih senang.. Tapi ntah kenapa lama-lama seperti ga dihati lagi. Blog yg tadinya berwarna jd usang. Bahkan sebulan Cuma sekali ditulis. Alih2 setelah married malah terjun di dunia kuliner. Belajar masak dan bla bla. Benar yg masolo bilang, hidup ini pilihan. Sekarang sih aku menjalani aja. Gak mau ngoyo.. Yg mana senang dan ga membebani hati. Lets do it. Ga ada kuas makeup , sutil pun jadi. Wkkwkw Maaf yakk jd curhat. Wkkwkw

  6. Berkat Tuhan tak pernah salah ya, Oom. Situ resign dari perusahaan, saya malah diangkat jadi karyawan tetap sebuah perusahaan teknologi informasi 🙂

  7. Wah… Cita cita saya juga Tuh…mas Christian tinggal nunggu waktu juga untuk berani ambil Keputusan untuk berdiri sendiri dan yang Sesuai dgn Passion saya juga.

  8. Mungkin tepatnya dibilangan ciputat kali ya lol (alumni juga 😬). Gue setuju ma “pergulatan batin”, menempuh waktu setahun di sana emang gaji sangat teramat nyaman n aman plus fasilitas yang ok. Tapi balik lagi passion nya ga di situ.. Sempet ngobrol sama lu ya pak waktu itu di wa, dan dari obrolan kita kok gue makin yakin ma keinginan gue selanjutnya yang sebenernya udah lama banget gue pikirin n gue pelajarin. Dengan doa terus minta petunjuk, semoga ya bisa segera nyusul memberanikan diri untuk mengikuti passion dan cita-cita. Tq to u pak udah mau berbagi cerita. Well, salute to u.. Semangad terus ya pak.. Tuhan berkati..

  9. Semoga sukses dg Sesuap Nasi-nya Masolo.. Aku yakin setiap usaha yg dikerjakan dg sungguh-sungguh pasti akan ada hasilnya karena hasil tidak akan mengkhianati usaha, bukan? Semangaaat..

  10. Keren Bang! Keputusan untuk resign kala kita diberi nikmat gaji emang gampang2 susah. Tapi ya itu juga tergantung keberanian kita utk memutuskan. Semoga ada semangat dan rezeki melalui harapan yang Njenengan ciptakan Bang. Good luck 🙂

  11. Salut dengan keputusan resign-nya di saat orang-orang malah tengah berebut lapangan pekerjaan, kayak saya contohnya, hahaha …

    Kita sih yang paling tahu diri ini sukanya apa dan akan benar-benar mencintai pekerjaan yang seperti apa. Kalau sudah bicara passion, kadang uang bisa sedikit bungkam. Selamat datang di karir FnB sesuai dengan keinginanmu ya, Mas. Semoga Tuhan berkati jalan ini, dimudahkan, dan segera diberikan peluang-peluang rezeki untuk menghidupi diri sendiri, keluarga, dan berbagi kepada orang-orang yang nggak mampu. Aamiin.

  12. Saya paham banget gimana rasanya mas, karena baru kemarin juga saya menutuskan buat resign. Berat banget rasanya, yang biasanya gajian ntar jadi nggak gajian. Tapi mau gimana lagi. Kondisi nggak memungkinkan, ya udah pasrah aja. Nanti pasti ada jalan😊

  13. Semangat gan, mundur satu langkah, maju tiga langkah. Kita memang harus beradaptasi ditengah kegilaan zaman yang terus memaksa kita masuk ke revolusi industri 4.0. Semangat berjuang!

  14. Mantap Om. Keren bener berani resign demi mimpi. Aku pun ingin segera resign nih dari kantor, juga ingin bekerja pakai hati. Cuma belom kuat pondasinya untuk benar-benar eksekusi rencana ini. Semangat terus om. Salam dari Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *