5 Hutan 1 Cerita: Petualangan Untuk Menjaga Hutan Sosial

“Kulari ke hutan kemudian menyanyiku.”
“Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin”
Familiar dengan dua petikan puisi di atas? Puisi pertama adalah puisi fenomenal dari Cinta tak kala Rangga menatapnya tajam, yaps puisi di film AADC. Puisi kedua ada yang tau? bagi yang kurang familiar masolo kasih tau, itu adalah puisi dari salah satu pendaki favorit masolo, Soe Hok Gie yang ditulisnya di lembah mandalawangi, Gunung Pangrango, Jawa Barat. Apa yang sama dengan kedua puisi diatas? cintanya, kesedihannya, romantismenya? bukan! Keduanya menggambarkan sebuah tempat yang penuh inspirasi, fenomenal, mampu membangkitkan kesenangan maupun kenangan, mampu membangkita jiwa-jiwa yang kesepian. Tempat itu bernama hutan!
Hutan di Papandayan
JELAJAH HUTAN
Kalau kalian pernah menjelajah, masuk ke dalam, serta bersatu dengan alam hutan, tentunya kalian akan merasakan jiwa dari puisi tersebut. Hutan memiliki pesonannya sendiri, sebuah atmosfir yang mampu menyihir kesadaran diri untuk mengucap syukur kepada Sang Ilahi. Sebegitu pentingnya hutan, sehingga manusia perlu menjaga serta melestarikannya. Bagi yang sudah baca tulisan masolo mengenai hutan sosial, sudah tentu paham begitu berartinya hutan bagi manusia, paling tidak bagi masolo. Masolo yang dahulu senang berpetualang ke hutan menyadari akan sebuah makhluk lain yang bernama hutan, yang dapat tumbuh, dapat berkembang, dapat turut merasakan sakit, sedih, pedih dan hancur akibat ulah manusia.
Curug Nangka: Harmonisasi Raga dan Semesta
Gemericik air dan lumut yang menggelantung
Hutan bernyawa, hutan bergerak dan berkehendak. Hutan adalah tempat aktivitas, tempat penuh perjuangan, tempat manusia untuk berkisah. Tak heran mas Tosca Santoso tergerak untuk bergerak serta berinteraksi dengan 5 hutan yang mampu ia datangi. Berbagai kisah Ia temui di 5 hutan tersebut, kisah mengenai manusia, alam atau bahkan hutannya sendiri. Melalui buku ” 5 Hutan 1 Cerita” Mas Tosca bercerita penuh makna dan terkadang luapan emosi mengenai perjalanannya.
5 Hutan 1 Cerita
Bedah Buku “5 Hutan 1 Cerita”
DISKUSI DAN BEDAH BUKU
Suatu kesempatan berharga ketika masolo diundang untuk hadir dalam acara diskusi “Ngobrolin Hutan Sosial” di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/4/2019) lalu. Mas Tosca yang juga seorang jurnalis dan pegiat lingkungan bagi percepatan program Perhutanan Sosial mengisahkan perjalanannya selama tiga bulan, sejak Oktober 2018, dalam buku setebal 164 halaman. Dia menceritakan pengalamannya melihat langsung keberhasilan program perhutanan sosial di lima hutan tersebut. Kisah ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain karena dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan melestarikan lingkungan. Mimpinya sederhana : “Saya ingin menjadikan cerita ini inspirasi bagi daerah lain. Buku ini untuk memberi sumbangan bagaimana Perhutanan Sosial bisa dipercepat.”
Bincang Inspirasi Seru
APA ITU HUTAN SOSIAL?
Bagi yang belum tau, hutan sosial adalah sebuah kegerakan yang dikemas menjadi sebuah program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan selaligus peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang berada dan menggantungkan hidupnya dari hutan. Dengan adanya hutan sosial, masyarakat dapat melakukan pengelolaan hutan secara baik dan benar serta legal. Hutan sosial tanpa kendala? tentu saja tidak. Selalu ada kendala yang merintang. Kendala terbesarnya adalah mengenai perijinan dan konflik hutan. Selain itu ada juga keluhan bagi pemerintah terkait program hutan sosial ini seperti birokrasi yang lambat, diperlukan pendamping hingga investasi yang tepat.
5 Hutan 1 Cerita
Buku 5 Hutan 1 Cerita
Kembali lagi ke buku “5 Hutan 1 Cerita”, Mas Tosca menceritakan serentetan perjalanan mengelilingi hutan yang ada di 5 lokasi yaitu:
  • Hutan Mangrove di Padang Tikar – Kubu Raya (Kalimantan Barat)
  • Hutan Adat di Kemantan (Jambi)
  • Hutan Rakyat di Gunung Kidul – Kulon Progo (Yogyakarta)
  • Hutan Jati Dungus di Madiun (Jawa Timur)
  • Hutan Sarongge di Cianjur (Jawa Barat)
INSPIRASI DI BALIK SEBUAH BUKU
Dalam kupasan dan diskusi yang lebih mendalam terkait kehadiran buku “Lima Hutan, Satu Cerita” ini, maka dalam acara ini, tampak hadir juga Bapak Didik Suharjito selaku Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, dan ada juga Ibu Diah Suradiredja selaku anggota Pokja Perhutanan Sosial serta Bapak Bagja Hidayat selaku Pemimpin Redaksi Forest Digest yang bertendak sebagai moderator yang memandu jalannya acara ini. Suatu inspirasi terlontar ketika salah satu kisah dibacakan, dari Bapak Dudu Duroni, yang dalam perjuangannya menjadi petani kopi di Sarongge harus berkorban sedemikian besar: ditinggalkan tetangga-tetangganya, hingga terpaksa bercerai dengan istrinya karena di awal ia merintis kopi tak cepat membuahkan hasil.
Menyeruput Kopi Sembari Mendengar Inspirasi
Ada 4 kisah lainya menunggu untuk masolo baca. Kisah-kisah inspiratif yanh mampu menggugah dan membuka mata kita mengenai hutan dan kehidupan yang diciptakan di dalamnya. Semoga dengan adanya buku ini, tak perlu lagi pemerintah berkoar-koar dengan penuh semangat untuk mengajak menjaga hutan, toh harusnya masyarakt sendiri yang sadar akan kehadiran hutan sebagai bagian dari lingkungan sosial dan turut menjaganya demi kelangsungan hidup sebuah generasi. Mari menjaga hutan!
Salam inspirasi,
Sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *