FINTECH ITU RENTENIR ONLINE?

“Apa yang terlintas pertama kali di benak teman-teman begitu mendengar kata FINTECH?”

Fintech itu retenir online?

Begitulah cuitan masolo di twitter memulai sebuah riset sederhana di dunia maya. Ada yang bilang Fintech itu identik dengan go-pay nya Gojek, ada juga yang bilang bahwa Fintech itu terkait dengan digitalisasi lembaga keuangan. Nah yang parahnya adalah masolo menemukan beberapa jawaban yang bilang bahwa Fintech itu adalah RENTENIR ONLINE, nah lho, kok bisa. Sebelum membahas lebih lanjut, yuk coba kita tengok apakah fintech itu sebenarnya.

APA ITU FINTECH?

Pada dasarnya arti dari fintech itu sendiri merupakan singkatan dari dua kata yaitu Financial dan Technology. Jadi Fintech bisa diartikan sebagai layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi yang kini hadir seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada di negeri ini.

Perkembangan fintech di Indonesia sendiri saat ini bisa dibilang mulai menjamur, namun awal kehadirnya di negeri ini diperkirakan sekitar pada tahun 2006 silam dan terus tumbuh seiring waku. Lalu  pada tahun 2017 fintech Indonesia memiliki nilai transaksi sebesar US$15,02 miliar (Rp202,77 triliun) tumbuh 24,6% dari tahun sebelumnya.

Pertanyaannya adalah apakah fintech itu hanya terkait dengan pembayaran online atau bahkan identik dengan pembiayaan online? hhmmm…..

Fintech itu Retenir Online?

Penasaran dengan hal ini, masolo rela berbasah-basahan dan berhujan-hujanan ria untuk menghadiri sebuah diskusi yang menurut masolo akan menjawab rasa penasaran tersebut. Acara yang digelar oleh Tempo dengan tajuk #NgobrolTempo yang mengangkat tema tentang sosialisasi program fintech peer to peer lending “Kemudahan Dan Risiko untuk Konsumen” yang bertempat di Beka Resto – Balai Kartini, Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 23 November 2018. Acara ini dihadiri oleh Bapak Hendrikus Passagi selaku Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Bapak Tumbur Pardede selaku Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sekaligus merupakan CEO & Founder FINTAG, Bapak Zulfitra Agusta selaku Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia dan Bapak Surya Wijaya selaku Chief Information Officer KlikAcc dengan dimoderatori oleh Bapak Ali Nuryasin yang merupakan seorang Redaktur Ekonomi Tempo.

Fintech itu Retenir Online?

Benar saja, pertanyaan masolo langsung dijawab oleh Bapak Hendrikus yang menjelaskan bahwa Fintech itu ada beraneka ragam dan macam. Fintech tidak melulu mengenai e-money atau pembiayaan online. Jika didasarkan kepada cakupan jasa keuangan yang ada dalam payung fintech secara global ini terdiri dari beberapa kategori seperti:

  • Pembayaran (payment) ini menyangkut card payments, point of sale payments, e-money, transfer, remittances dan e-wallet.
  • Pendanaan (Funding) ini seperti Fintech P2P lending, equity based crowd funding, dan social based crowd funding.
  • Perbankan (Digital banking) ini terkait consumer and commercial banking dan juga banking infrastructure.
  • Pasar Modal (Capital Market) ini menyangkut e-brokerage, e-mutual funds trading dan dork pools trading.
  • Perasuransian (Insurtech) ini terdiri dari agent dan brokerage
  • Jasa pendukung lainnya (support fintech) terdiri dari dua yaitu basic enabler (e-KYC, Digital signature, security system, audit trall & recovery) Advance enabler (Credit information& scoring, big data analytics, robo advisor, Artificial intelligence, blockchain)

Fintech itu retenir online?

Jadi pada dasarnya Fintech itu tidak melulu mengenai pembayaran atau peminjaman uang secara online.

FINTECH = RENTENIR ONLINE?

Makin siang menjelang, pembahasan semakin seru, mengenai paradigma masyarakat yang ternyata sudah mendarah daging karena sebuah kelalaian yang menyatakan bahwa “FINTECH ITU ADALAH RENTENIR”, waduh kok serem yah dengernya. Kita tau bersama kan yah bahwa yang namanya retenir itu kan identik dengan hal-hal yang buruk, seram, memaksa dan tentang sita menyita. Cara yang dilakukan untuk menagihnya pun juga kadang tidak manusiawi. Bahkan bunganya pun ikutan dapat mencekik kita layaknya manusia. Seseram itukah fintech ini?

Fintech itu Retenir Online?

Kali ini giliran Bapak Tumbur Pardede selaku Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sekaligus merupakan CEO & Founder FINTAG yang angkat bicara mengenai isu ini. Benar adanya bahwa banyak persepsi di masyarakat yang terbentuk mengenai fintech ini dikarenakan ulah dari fintech itu sendiri. Iming-iming pinjaman mudah disertai bunga yang murah membuat masyarakat menjadi tergiur untuk segera meminjam uang melalui fintech tersebut. Padahal tanpa kita sadar itu adalah sebuah jebakan financial. Loh kok kenapa jebakan financial?

Disebut JEBAKAN FINANCIAL dikarenakan tanpa kita kroscek lebih dahulu (karena sudah keburu tergiur dengan iming-iming MUDAH dan MURAH), kita seringkali mengiyakan pinjaman tersebut. Padahal sebenarnya kita ga butuh-butuh amat sih, ga terlalu mendesak sih, tapi yah namanya ditawarin fresh money siapa yang akan menolak, betul ga yah..hahahhahha… Dengan dalil inilah, pada akhirnya kita tidak cek ricek croscek dahulu segala informasi yang kita butuhkan untuk dapat mengiyakan pinjaman tersebut, hingga akhirnya kita terperosok ke jurang yang tiada habisnya dalamnya.

Fintech itu retenir online?

Lagi-lagi Bapak Tumbur Pardede menjelaskan bahwa tidak semua Fintech yang ada di google playstore dan di booth mall-mall itu legal. Legal dalam arti adalah tercatat di OJK sebagai perusahaan yang berizin untuk melakukan kegiatan Lending Peer to Peer. Selain cek legalitasnya, ada beberapa hal lagi yang harus kita waspadai sebelum mengiyakan pinjaman tersebut diantaranya:

  1. Kantor dan pengelola tidak jelas dan sengaja disamarkan keberadaannya
  2. Syarat dan proses peminjaman sangat mudah
  3. Menyalin seluruh data nomor telepon dan foto-foto dari handphone calon peminjam
  4. Tingkat bunga dan denda sangat tinggi dan diakumulasikan setiap hari tanpa batas
  5. Melakukan penagihan online dengan cara intimidasi dan mempermalukan para peminjam melalui seluruh nomor handphone yang sudah disalin.

Yah bagaimana tidak mau dibilang retenir online, dari keenam hal tersebut saja sudah terlihat banget kan yah bahwa fintech ini seperti rentenir online, eitsss tapi perlu diingat bahwa yang seperti ini adalah FINTECH yang ILEGAL yah.

Fintech itu retenir online?

TIPS MEMINJAM DAN INVESTASI AMAN DARI FINTECH LENDING

Nah dari acara ini, masolo dapat berbagai macam tips nih untuk teman-teman yang memang berniat untuk melakukan pinjaman online melalui Fintech lending peer to peer sebagai berikut:

  1. Cek legalitas perusahaan fintech tersebut apakah sudah terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika belum maka jangan melakukan peminjaman pada perusahaan tersebut.
  2. Nominal pinjaman wajib sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan meluniasi (maksimal 30% dari penghasilan), jadi jangan maksain diri untuk pinjam banyak padahal tidak akan mampu membayar.
  3. Baca dan cermati baik-baik syarat dan ketentuan (misalnya bunga dan denda) dari perusahaan peminjam, dan tidak semua perusahaan fintech lending memiliki syarat dan ketentuan yang sama.
  4. Sebelum melakukan peminjaman, bisa lakukan perbandingan penawaran peminjaman antar perusahaan fintech lending yang ada.
  5. Bila terjadi permasalahan atau pelanggaran dengan perusahaan fintech yang terdaftar di OJK maka bisa melaporkannya ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan OJK.

Sedangkan bagi kalian yang ingin berinvestasi di Fintech Lending peer to peer bisa memperhatikan tips berikut ini supaya tidak salah jalan dan terperosok:

  1. Cek legalitas perusahaan fintech tersebut apakah sudah terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.
  2. Pahami resiko setiap calon peminjam sesuai dengan score peminjaman yang ada di platform.
  3. Diverifikasi pemberian peinjaman
  4. Bandingkan resiko kredit dan imbal hasil peminjam antar perusahaan fintech
  5. Bila terjadi permasalahan atau pelanggaran dengan perusahaan fintech yang terdaftar di OJK maka bisa melaporkannya ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan OJK.
FINTECH ITU AMAN?

Akhir kata, pasti pertanyaan ini yang akan timbul di benak kita semua: “apakah fintech itu aman?” Jawabannya adalah IYA jika dia terdaftar di OJK dan dinyatakan legal dalam list OJK. Untuk tau listnya siapa-siapa saja Fintech yang masuk kategori legal dan aman ini bisa didownload di sini yah: List Fintech Legal

Lantas kalau masolo ditanya apakah mau meminjam dana dari Fintech jawabannya sederhana, belum mau, karena masolo punya prinsip untuk tidak berhutang. Lebih baik konsepnya adalah menabung daripada berhutang, toh juga selama ini masih bisa hidup cukup tanpa perlu berhutang, bahkan kartu kredit saja masolo ga punya. Karena bagi masolo berhutang itu sama saja mengikatkan diri kepada seutas tali yang sewaktu-waktu dapat menjerat kita pada saat kita tidak siap. Jadi daripada terjerat lebih baik menghindari dulu kali yah…hahahahhaha…

Tapi tenang, bukan berarti masolo anti kredit atau pinjaman, toh nanti pada masanya (ketika butuh) masolo akan melakukan hal ini jika kepepet. Ingat pinjam karena kebutuhan bukan karena keinginan, apalagi karena iming-iming MUDAH dan MURAH, bahaya banget sih itu.

Fintech itu retenir online?

Akhir kata, semoga informasi ini berguna dan menjadi inspirasi.

 

 

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *