Internet Baik: Sebuah Warisan Masa Kini

Internet baik? Apakah itu termasuk sebuah warisan? Warisan apa yang bisa diwariskan untuk gerenasi masa kini?

Tercetuslah pemikiran ini seketika saat masolo telah menjadi sebuah keluarga. Yah, setelah menikah, lambat laun akan ada kehadiran si kecil yang kelak harus diajarkan sekaligus diwariskan sebuah karakter yang baik. Karena jaman cepat berubahnya, secara tidak langsung pola pengasuhan pun juga akan berubah. Ambil contoh dari sisi permainan, dahulu masolo lahir ketika permainan petak umpet, petak benteng, galaxin dan 7 pahlawan sedang hits-hitsnya. Beranjak dewasa, mobil tamiya dan beyblade mulai mengalihkan dunia masolo. Tak berapa lama kemudian, consol game seperti nintendo, sega, sony playstation membuat masolo kecanduan sehingga papa masolo enggan untuk membelikan masolo console game ini. Yah namanya anak kecil, selalu ada aja akal untuk bisa mendapatkan sesuatu, dengan duit 5000 rupiah hasil menabung uang jajan selama seminggu, masolo sudah bisa menikmati permainan konsol tersebut di rental terdekat.

Internet Baik, Sebuah Warisan Masa Kini
Jaman dulu vs Jaman Sekarang

Bayangkan anak-anak yang lahir di era kini, yang ketika berojol langsung berkenalan dengan yang namanya gadget. Coba tengok seberapa banyak bayi yang baru lahir sudah divideokan dan dipotret menggunakan gadget. Dewasa sebelum waktunya, belajar secara otodidak. Secara tidak langsung gadget menjadi anggota keluarga tambahan bagi si anak, belum lagi ketika beranjak dewasa, papa dan mama sibuk sendiri dengan gadget ditangan, merasa kesepianlah itu anak.

Internet Baik: Sebuah warisan masa kini
Sebuah Ilustrasi dari marcelo-baez.blogspot.com

Generasi gadget dikenal sangat cepat mempelajari sesuatu, mencerna sesuatu, mengadaptasi sesuatu. Generasi yang dikenal cerdas menemukan solusi dan mencerna informasi. Generasi yang dapat dengan mudah mengakses segala hal yang ingin dia tanyakan. Bahkan mungkin generasi yang tanpa dia minta sudah mendapatkan cukup banyak informasi dan mungkin bisa terpapar informasi tersebut secara langsung atau tidak. Segala hal mudah diviralkan, berita hoax dapat dengan mudah menyebar, ujaran kebencian terdengar melalui layar gadget. Ada dampak positif dan negatif yang menanti generasi ini di depannya.

Betul adalah sinonim dari baik tapi kebaikan itu tidak datang secara kebetulan. Sesuatu yang menurut kita betul saja belum tentu adalah standar kebaikan sejati. Hal yang betul menurut lingkungan kita belum tentu menjadi sesuatu yang baik bagi keluarga kita. Memberikan gadget kepada anak mungkin terasa betul ketika si anak merengek-rengek terus minta dibelikan gadget karena melihat teman-temannya menggunakan gadget di sekolah, tetapi apakah hal ini baik bagi si anak?

Ada informasi tambahan dari temen masolo mengenai batasan umur bagi anak untuk memegang gadget. Sebuah studi menganjurkan agar melarang seorang anak untuk mengenal dan memegang gadget sebelum usia 13 Tahun. Dampak paling terlihat jika si anak sudah memegang gadget sebelum usia tersebut adala si anak jadi malas untuk membaca. Jadi pada usia 0 – 2 thn seorang anak menyukai banyak warna dan mengaktifkan sensor-sensor yg ada di dalam tubuh terutama otak. Memasuki usia 2 – 4 tahun si anak akan mengenal sebutan nama warna dan benda. Usia 5-10 tahun adalah masa si anak untuk belajar berinteraksi dengan sesama dan lingkungan, mengenal aneka rasa, sensasi, aroma, dan sentuhan. Bayangkan jika si anak belajar semua itu hanya dari gadget, tanpa ada interaksi, tanpa ada pembelajaran dari orang tua.

Efek lain yang ditimbulkan akibat seorang anak yang beranjak 7 tahun sudah terpapar gadget adalah ia akan menjadi pemalas terutama dalam hal membaca. Jikalau si anak disuruh untuk membaca dia ga kan mau baca tulisan melainkan memperhatikan ucapan ibu/bapak nya ketika disuruh membaca tulisan. Ini diakibatkan karena terlalu seringnya dia memperhatikan sebuah gadget yang memberikan semua informasi dan rangsangan tanpa menstimulus otaknya untuk berusaha. Dampaknya adalah  seorang anak tidak bisa membaca huruf satu persatu dengan benar…. Apalagi membaca sebuah tulisan….

Internet Baik = Sebuah Warisan Masa Kini
Sebuah Ilustrasi

Masolo akan menceritakan sebuah kisah nyata,  tentang bagaimana dengan gigihnya ponakan masolo coba meminta dibelikan gadget. Bahkan ketika ada gadget masolo yg memang sudah lama rusak, mereka mencoba segala hal bujuk rayu untuk meminta gadget tersebut dan mencoba untuk dibetulkan sendiri. Berulang kali masolo menolaknya dengan satu alasan yang sama “Kalian masih terlalu dini untuk pegang gadget.”

Akan tetapi, di suatu hari, mereka coba meminta lagi ke masolo yang sedang terburu-buru mempersiapkan hari pernikahan. Dan taukah kalian, sebelum mereka bilang ke masolo, gadget itu sudah ada di tas mereka. Jadi intinya permintaan mereka itu adalah bentuk informasi saja bukan permintaan persetujuan, hhhmmm… Karena masolo sedang diburu waktu dan melihat tatapan si bungsu, masygulah hati masolo dan memberikan ke mereka gadget yang rusak itu. Alhasil ketika coba dibetulkan eh lumayan mahal dan ujung-ujungnya mereka minta masolo untuk membayarkannya, duh..duh..duh..

Internet Baik: Sebuah warisan masa kini
Melarang atau mendamping

Terlepas dari semuanya itu, kita memang tidak akan bisa melarang generasi kini untuk lepas dari gengaman gadget. Melarang tidak mungkin, lalu apa yang bisa kita lakukan, membatasi? hhmm.. rasa-rasanya hal baik yang bisa kita lakukan adalah dengan memperlengkapi. Sebuah gerakan #internetbaik mengajarkan masolo tentang seberapa pentingnya memperlengkapi sebuah generasi dengan hal-hal yang positif. Makna BAIK itu sendiri adalah Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif.

Internet Baik = Warisan Masa Kini

Internet, jika digunakan untuk kebaikan akan menghasilkan sebuah inspirasi dan karya yang baik. Inspirasi ini tidak datang secara kebetulan lho yah, tetapi harus diajarkan secara berulang-ulang. Contoh nyatanya adalah Seorang Ibu bernama Fadillah Rahmi bercerita, setelah mendapatkan informasi terkait internet BAIK, dia mengaplikasikannya kepada anaknya. Fadillah Rahma menyampaikan apa yang dimaksud dengan #internetbaik, apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan di internet kepada anaknya. Selain itu, dia juga senantiasa mendampingi anaknya saat menggunakan internet apabila memang sangat dibutuhkan. Jika ada hal-hal yang baru atau lebih ke arah negatif dari konten internet, maka Ibu Fadillah Rahmi akan senantiasa berdiskusi dengan anaknya itu.

Tak hanya itu, perannya sebagai seorang guru pun menjadi jembatan untuk menularkan semangat internet baik, mulai kepada siswa kelasnya hingga menular pada siswa lainnya. Tak lupa guru-guru pun ikut ditularkan semangatnya. Meskipun diceritakan Fadillah Rahma bahwa banyak juga rintangan yang kadang menurunkan semangatnya untuk menyampaikan mengenai Internet Baik itu, tapi dia berusaha untuk tidak menyerah.

Contoh lainnya adalah adik ipar masolo yang bernama kelik. Dia adalah guru agama di banyak sekolah. Cara mengajar monoton yang hanya bersifat satu arah sudah lama ia tinggalkan. Kini ketika mengajar, dia menggunakan internet untuk mencari sumber referensi berupa cerita, gambar dan video untuk menghadirkan interaksi bagi para muridnya. Di sela-sela mengajar dia juga menceritakan berbagai profesi yang bisa dijadikan cita-cita di dunia digital ini, tersebutlah profesi menjadi konten kreator, pencipta konten positif dan kreatif.

Begitu banyaknya manfaat dari #internetbaik ini membuat masolo bertanya-tanya: “siapa sih penggagas hal positif ini?” oalaah, ternyata #internetBAIK adalah sebuah program CSR PT TELKOMSEL dibidang kewarganegaraan digital, karena Telkomsel menyadari bahwa pondasi yang terpenting dalam mendukung ekosistem digital ini salah satunya adalah karakter manusia (penggunanya).

Internet Baik = Sebuah Warisan Masa Kini

Dimulai dari tahun 2016, Telkomsel bersama ketiga mitra yaitu Yayasan Kita dan Buah Hati, Kakatu, dan ICT Watch hendak merajut serta meluaskan kampanye edukasi internet yang BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif). Kampanye edukasi ini diwujudkan dalam sebuah program dan gerakan yang lebih terpadu, terencana dan melibatkan banyak kalangan, sehingga pada akhirnya pemahaman tentang #internetBAIK menjadi kebutuhan semua pihak.

Internet Baik = Warisan Masa Kini

Tujuan akhir dari program #internetBaik ini diharapkan mampu hadir sebagai role model dan acuan pendidikan literasi digital di Indonesia. Melalui konsep Digital Citizenship Education (DCE) atau Pendidikan #internetBAIK bisa diterapkan oleh guru di lembaga-lembaga pendidikan, bersama orangtua dan komunitas pengguna ekosistem digital yang meliputi 4 aspek:

  1. Kesadaran perilaku Digital (Digital Awareness and Behavior)
  2. Hak Akses Informasi Digital (Digital Right and Netizenship)
  3. Keselamatan Digital (Digital Safety)
  4. Konten dan Kreatifitas Digital (Digital Content and Creativity)

Internet Baik = Warisan Masa Kini

Pencapaian dari program #internetBAIK sendiri, sejak tahun 2016 hingga saat ini Telkomsel telah melakukan edukasi ke 27 Kota di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura Papua, yang melibatkan 84 sekolah; 6795 murid; 5897 orangtua, guru dan komunitas; dan 1630 duta #internetBAIK.

Lantas bagaimana cara kita mengaplikasikan program #InternetBaik ini dikehidupan nyata. Mudah kok caranya, dengan membiasakan diri kita untuk “Saring sebelum Sharing”, Jari jangan lebih cepat dari hati. Kunci keberhasilan dari program ini adalah membentuk karakter dan perilaku dalam menggunakan internet sedini mungkin. Bagi generasi masolo nih yang udah tuwir-tuwir, bisa dengan cara memilah dan memilih dulu informasi yang akan kita sebarkan, apakah mengandung hoax atau ujaran kebencian, apakah informasi itu bisa kita pertanggungjawabkan kelak, apakah secara penuh kita tau dan paham akan informasi itu.

Internet Baik = Warisan Masa Kini
Warisan terbaik adalah karakter

Nah buat para dede-dede milenials dan bayi-bayi generasi gadget bisa kita edukasi dengan melakukan pembatasan jam penggunaan gadget untuk mencegah ketagihan, memberikan edukasi tentang penggunaan internet untuk hal positif misalnya belajar, menulis, menciptakan video kretif atau bahkan menciptakan sebuah peluang usaha yang barokah tentunya.

Internet Baik = Sebuah Warisan Masa Kini
Cita-cita menjadi pencipta

Kalau begini caranya sih masolo harus bersiap diri nih, membekali diri dengan #InternetBaik dimulai dari diri sendiri, yah supaya kelak kalau dianugrahi seorang anak masolo bisa memberikan pendidikan karakter dalam hal informasi dan teknologi agar kelak si anak tak salah jalan.

Akhir kata, buat yang penasaran untuk melihat campaign #InternetBaik ini bisa dikepoin di INSTAGRAM-nya, TWITTER-nya dan WEBSITE-nya yah.

 

Salam inspirasi,
sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

4 thoughts on “Internet Baik: Sebuah Warisan Masa Kini

  • September 26, 2018 at 12:43 am
    Permalink

    Yupz, internet emang pedang bermata dua banget. Salah-salah bisa kita dan generasi selanjutnya yang jadi korban. Butuh penyikapan yang baik dan tepat, karena teknologi sejatinya punya banyak manfaat selama digunakan dengan kesadaran dan pengetahuan.

    Reply
    • September 26, 2018 at 2:05 am
      Permalink

      Iyes, ini masolo setuju sangat, dan tentunya harus ada yang niat untuk mengedukasi tentang #InternetBaik ini sih. Kebaikan itu kan tidak serta merta jadi karakter karena kebetulan kan 🙂

      Reply
  • September 26, 2018 at 7:36 am
    Permalink

    Sangat membantu gan postingan nya…..
    Thanks yah gan.

    Reply
  • September 27, 2018 at 3:18 pm
    Permalink

    kata orang jejak digital saat ini tuh kejamnya..
    makanya harus pandai memanfaatkannya agar bisa meninggalkan jejak warisan yang baik buat semua orang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *