Jasa Raharja: Mencegah sekaligus melindungi

Yang namanya asuransi, biasanya hanya berfungsi untuk melindungi. Fungsi proteksi akan sebuah kejadian yang terjadi, akan sebuah kehilangan properti atau juga luka/korban jiwa. Akan tetapi, Asuransi yang satu ini sungguh beda, bukan hanya melindungi tetapi juga mencegah. Mencegah sebuah kecelakaan terjadi, atau paling tidak mencegah korban jiwa bertambah. Kok bisa, gimana caranya? apa nama asuransinya, unik nih.

JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi

Pernah dengar yang namanya Jasa Raharja? eh bukan yang ada di tulisan tol yang ada di Jakarta dan sekitarnya loh yah. Jasa Raharja ini adalah sebuah asuransi, yap asuransi yang tanpa kita sadar, kita turut mengambil bagian di dalamnya. Ga percaya? coba tengok STNK mobil atau motor kita, tuh ada tulisan asuransinya kan, hhmmm….. atau juga coba liat tiket angkutan umum yang kita beli, ada tulisannya juga kan ?

Benar sekali, Jasa Raharja adalah asuransi milik pemerintah yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, sekaligus melindungi korban kecelakaan melalui pembiayaan rumah sakit (untuk korban luka) atau santunan bagi keluarga yang ditinggalkan (untuk korban jiwa).

JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi

Kok bisa yah Jasa Raharja memberikan santunan dan melakukan pembiayaan rumah sakit? Jawabannya adalah peran andil kita sebagai masyarakat yang sadar atau tanpa sadar ikut menyumbang asuransi ini. Skemanya adalah subsidi silang, dimana santunan dan pembiayaan akan diberikan kepada yang korban kecelakaan. Jadi, Jasa Raharja adalah salah satu perusahaan milik negara yang bergerak di bidang asuransi kecelakaan, dan operasionalisasi usahanya merupakan implementasi dari Undang-Undang No. 33 (pertanggungan kecelakaan penumpang) dan UU No. 34 tahun 1964 (pertanggungan kecelakaan lalu lintas jalan). Untuk korban kecelakaan yang merupakan penumpang dari kendaraan umum, terjamin atau tidaknya didasarkan pada UU. No 33 tahun 1964. Sedangkan untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan yang bukan merupakan penumpang kendaraan umum, terjamin atau tidaknya didasarkan pada UU. No. 34 tahun 1964.

…..

Sedikit bercerita, masolo pernah bersentuhan dengan Jasa Raharja walaupun tidak secara langsung. Jadi kisahnya begini:

JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi

“Masolo memiliki om yang bernama om pras. Suatu ketika, saat sedang jalan si om itu terserempet motor. Karena motor yang menyerempet itu berjalan cukup kencang, terjatuhlah keduanya, om masolo dan di pengendara motor. Untungnya pengendara motor itu baik, sehingga walaupun dia mengalami luka baret, dia tetap mengantar om pras ke rumah sakit.”

“Di rumah sakit, om pras ditaruh di UGD. Papa masolo langsung meluncur ke sana untuk melihat keadaan setelah mendapatkan berita. Ternyata kaki om masolo patah dan harus segera mendapatkan perawatan. Antara panik dan bingung, papa mulai menghitung biaya yang diperlukan dalam proses kesembuhan. Kata dokter sih total biaya bisa sampai 20-an juta. Waduh, lumayan banget sih, apalagi si om ternyata belum daftar bpjs, jadi mau ga mau biaya harus ditanggung papa sebagai kakak tertua.”

“Lagi pusing masalah biaya, eh ternyata ada salah satu suster senior yang memberitahu papa, bahwa ada asuransi Jasa Raharja untuk korban kecelakaan seperti om Pras ini. Sembari menyimak papa langsung mencatat prosedur dan harus kemana-mananya. Ibarat seperti mendapatkan jalan keluar financial bagi papa yang sudah pensiun dan si om yang kesehariannya hanyalah seorang pedagang, papa langsung bergerak untuk membuat laporan kepolisian terkait kecelakaan ini. Yap benar, syarat utama agar asuransi Jasa Raharja ini bisa diproses adalah adanya laporan kepolisian bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas.”

“Setelah semua proses sudah diurus, Puji Tuhan biaya rumah sakit semua sudah ditanggung, bahkan sampai saat ini ketika om pras harus bolak-balik ke RS untuk menjalani terapi penyembuhan kaki.”

…..

Sedikit kisah diatas memberikan banyak arti dan pembelajaran, bahwa dikala sebuah kejadian buruk terjadi, selalu ada jalan keluar yang Tuhan telah sediakan bagi kita, salah satunya melalui Jasa Raharja.

Terkait dengan fungsi pencegahanya, ternyata Jasa Raharja juga berkontribusi mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada saat mudik lebaran dengan mengadakan mudik gratis bagi para pengendara motor, dan hal ini sudah terbukti efektif.

Ini dia bagian yang lucunya, bahwa ini adalah Asuransi yang inginnya masyarakat Indonesia tidak bersentuhan kepadanya. Kenapa? yah bukan lain karena Jasa Raharja sangat tidak ingin ada kecelakaan yang terjadi di Indonesia ini. Karena sedari awal acara “Blogger gathering” yang diadakan Jasa Raharja bersama dengan Tempo pada hari Rabu 29 September 2018 di Paradigma Cafe, Pak Harwan selaku perwakilan dari Jasa Raharja berkata bahwa siapapun yang hadir di sini adalah orang-orang yang peduli kepada kemanusiaan. Peduli untuk memberikan informasi, peduli untuk turut serta mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi
Blogger Gathering Jasa Raharja, Rabu 19 September 2018

Lagi-lagi Pak Harwan berkata bahwa cara paling mudah untuk berbuat baik adalah dengan menyebarkan informasi. Rasa-rasanya di jaman yang serba canggih ini, penyebaran informasi semudah menekan ibu jari. Semudah itu? iyah betul, Ibu jari kita sudah bisa membantu banyak orang yang sedang terkapar di UGD akibat menjadi korban kecelakaan.

Nah yang penting diingat ketika kita sendiri/kerabat/keluarga kita menjadi korban kecelakaan adalah KITA HARUS TENANG. Setelah tenang dan mampu berpikir jernih segera kabari keluarga terdekat untuk minta tolong buat laporan kepolisian, dan tanya prosedur untuk mengklaim Jasa Raharja kepada rumah sakitnya. Atau jika masih bingung, bisa langsung menghubungi pihak Jasa Raharja melalui kontak yang ada di gambar di bawah ini.

JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi
Silahkan menghubungi

Berikut sedikit informasi yang bisa membantu atau bahkan melegakan teman/kerabat/kolega yang menjadi korban kecelakaan untuk dapat memperoleh dana santunan dari PT. Jasa Raharja:

  • Untuk korban yang menderita luka-luka, berkas yang harus diserahkan yakni berupa fotokopi KTP korban, fotokopi Kartu Keluarga korban atau kartu identitas lainnya, formulir pengajuan santunan yang disediakan oleh Jasa Raharja, Formulir keterangan kesehatan korban akibat kecelakaan yang diisi oleh dokter yang menangani korban, laporan polisi (INI YANG PENTING), surat kuasa, dan kwitansi asli bukti pembayaran perawatan korban yang ditangani oleh dokter dan bukan pengobatan tradisional.
  • Sedangkan untuk korban meninggal dunia, berkas yang harus diserahkan oleh ahli waris korban yakni fotokopi KTP/Kartu Keluarga/kartu identitas lainnya, formulir pengajuan santunan yang disediakan oleh Jasa Raharja, Surat Keterangan ahli waris, Surat nikah/surat keterangan belum menikah dan Akte Kelahiran.
JASA RAHARJA: Mencegah sekaligus melindungi
Ayo Peduli

Akhir kata, sesuai dengan moto dari Jasa Raharja “Utama dalam perlindungan, prima dalam pelayanan”, marilah kita menjadi pelopor keselamatan dalam berkendara dan menjadi penyebar informasi yang berguna bagi korban kecelakaan.

Salam Inspirasi,
Sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

One thought on “Jasa Raharja: Mencegah sekaligus melindungi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *