Parsel Lebaran: Cek Panganan Sebelum Dimakan

“Lebaran sebentar lagi, parsel-parsel banyak sekali…”

Adalah hal yang baik ketika kita saling dulu-duluan dalam memberikan tanda kasih. Entah itu kepada keluarga, kerabat atau kolega. Masih segar dalam ingatan jaman bapak dahulu masih aktif bekerja, banyak sekali kiriman parsel kepada keluarga kami di hari Lebaran, padahal kami tidak turut serta merayakannya karena kami Kristiani. Begitupun kami seringkali memberikan parsel kepada keluarga kami yang merayakan Lebaran. Bukan hanya mengirimkan parsel saja, tapi berkunjung dan bersilahturahmi ke sana untuk mengucapkan selamat hari raya dan mencicip hidangan khas Lebaran yaitu opor ayam. Tidak jarang kami menemukan parsel kami disusun rapi diatara parsel-parsel lainnya di rumah Mbah saat sedang menikmati opor ayam. Ahh, Indahnya perbedaan dan kebersamaan.

Pengalaman dengan PARSEL LEBARAN

Suatu ketika pernah kami mengirimkan parsel tanpa mencek terlebih dahulu, mungkin karena terburu-buru harus dikirimkan karena sudah mendekati hari raya. Padahal biasanya, keluarga kami yang membeli sendiri isian dari parselnya untuk kemudian minta tolong mas-mas yang bersedia untuk merangkaikan hasil belanjaan kami menjadi parsel yang indah. Sayangnya waktu itu kami tidak sempat belanja sendiri, langsung membeli parsel yang sudah berdiri megah dan indah untuk segera langsung dikirimkan hari itu juga tanpa menceknya terlebih dahulu. Parselnya berisi aneka macam makanan dan kebutuhan pokok.

Tebing Breksi, Katanya sih Bagus
Dapet WA dari Simbah

Alangkah sedihnya, ketika dua minggu kemudian, kami mendapatkan pesan singkat dari saudara kami yang telah membongkar parsel tersebut dengan nada sedih yang bilang “Ndok… terima kasih parselnya yoo, tapi iki akeh seng kadaluarsa ndok, mungkin karena simbahmu iki kelamaan buka parselne yoo.” begitu katanya. Duh maap yah mbah, kami yang lalai, kami tak bermaksud mengirimi makanan kadaluarsa, kami tak bermaksud meracuni mbah (tuh kan jadi sedih beneran).

Edukasi oleh BPOM RI

Percaya atau tidak, sampai akhir Mei 2018, tercatat temuan produk pangan olahan TMK sebanyak 5.277 item (1.405.030 kemasan) dari 932 sarana ritel dan 84 gudang importir/distributor di seluruh Indonesia. Produk-produk tersebut tidak memiliki ijin edar/ilegal, dengan kemasan yang rusak parah dan sudah kadaluarsa.

Sudah tentu hal ini sangat berbahaya, karena kalau konsumen tidak jeli dalam melakukan pengecekan, produk-produk panganan ini bisa berubah menjadi racun yang dapat membuat tubuh menjadi sakit. Bayar untuk sakit istilahnya, sudah bayar/beli eh jadi sakit sehingga harus bayar biaya berobat lagi, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Oleh karena hal ini lah, BPOM RI pada hari Selasa sore (05/06/18) di Mall Pejaten Village Jakarta melakukan talkshow bertajuk “Panganan Aman Lebaran” dengan tujuan mengedukasi masyarakat untuk turut serta melakukan cek makanan yang akan dikonsumsi dan menjadi bagian dari “Pengawasan Semesta”. Kegiatan bermanfaat ini bisa terselenggara atas kerja sama BPOM RI, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Hadir sebagai narasumber adalah Ibu Penny K. Lukito selaku kepala BPOM RI, Bapak Drs. Suratmono MP selaku Deputi Bidang Pengawasan Panganan Olahan BPOM dan Bapak Adi S. Lukman selaku Ketua umum GAPMMI.

Cek KLIK Parsel Lebaran
Talkshow BPOM RI “Pangan Aman Lebaran”

Melalui talkshow ini, BPOM RI merasa perlu hadir di tengah masyarakat secara langsung untuk memberitahukan beberapa fakta dan upaya yang telah BPOM RI lakukan untuk mencegah makanan kadaluarsa hadir di parsel-parsel lebaran yang akan dikirimkan dan diterima oleh masyarakat. Selain itu, BPOM RI juga mengajak para awak media dan blogger untuk menyebarkan inspirasi tentang bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dengan melakukan Cek KLIK.

Cek KLIK Parsel Lebaran
“Tugas memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat” Jelas Ibu Penny K. Lukito selaku ketua BPOM RI

Apa itu PENGAWASAN SEMESTA?

Pengawasan semesta adalah bentuk upaya dari BPOM RI untuk mengajak masyarakat luas dan para pelaku industri untuk turut serta dalam melakukan pengawasan aktif terkait dengan produk-produk makanan yang tidak layak edar dan konsumsi. Kenapa BPOM RI merasa perlu melakukan ajakan inspiratif ini? karena pada dasarnya kita semua adalah konsumen bagi industri makanan, sehingga secara pribadi kita juga perlu kesadaran untuk melakukan pengecekan panganan yang akan kita konsumsi, paling tidak itu mencegah kita semua terjangkit penyakit yang seharusnya bisa dihindari. Bagi pelaku industri, BPOM RI mengajak serta menghimbau untuk mengutamakan kesehatan masyarakat melaui makanan yang layak konsumsi diatas kepentingan bisnis semata. Pengawasan semesta ini bisa dilakukan dengan mudah melalui cara sederhana yaitu Cek KLIK.

Cek KLIK Parsel Lebaran
Konsumen Cerdas Ingat Cek KLIK

Apa itu Cek KLIK?

Cek KLIK adalah metode sederhana tapi kreatif yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat awam terkait dengan kelayakan pangan yang akan kita konsumsi. caranya mudah kok, hanya perlu niat dan ketelitian untuk melakukannya. Cek KLIK terdiri dari:

  1. Cek Kemasannya, apakah kemasannya itu masih layak konsumsi, tidak penyok jika kemasan berbentuk kaleng, tidak robek jika kemasan berbentuk kardus/kertas/plastik. Kemasan yang sudah rusak atau tidak berbentuk sempurna biasanya bisa membuat kita berpikir 2 kali untuk membeli dan mengkonsumsinya.
  2. Cek Label, bisa kita lakukan dengan melakukan pengecekan informasi produk yang tertera pada label kemasan dengan cermat. Apa saja yang perlu dicek? sudah tentu nama dan alamat lengkap produsennya, dan akan lebih bagus lagi jika pada suatu produk tertera nomor telepon untuk pengaduan pelanggan.
  3. Cek Izin Edar yaitu melakukan pengecekan nomor yang diberikan bagi pangan olahan dalam rangka peredaran pangan yang dikeluarkan BPOM. Dengan melakukan ini menunjukkan produk telah melalui pengawasan BPOM dan memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi yang dipersyaratkan. Caranya bagaimana? dengan melihat kode pangan olahan yang tertera di kemasan. Untuk dalam negeri, biasanya ada nomor khusus BPOM RI MD XXXXXX (12 digit angka), Sedangkan Untuk produk impor, cek kode BPOM RI ML XXXXX (12 digit angka). Lain halnya Untuk pangan olahan hasil industri rumah tangga pangan, izin edarnya dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota. Cek nomornya bisa dilihat dengan kode P-IRT No. XXXXX (minimal 15 digit angka).
  4. Cek Kedaluarsa atau batas aman makanan tersebut layak dikonsumsi berdasarkan kategori industri dan cara pengolahan serta penyimpanan makanan tersebut. Ini yang seringkali menjadi acuan apakah sebuah produk makanan layak konsumsi atau tidak.

Cek KLIK akan sangat berguna bagi kita untuk melakukan pengecekan sebelum kita membeli makanan atau parsel yang kelak akan kita makan atau kita berikan ke kolega atau kerabat kita. Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati kan yah. Nah lalu bagaimana jika ternyata kita sudah terlanjur membeli, membuka lalu hendak akan mengkonsumsi makanan tersebut, apa yang bisa dilakukan untuk pencegahan terakhir supaya kita tidak teracuni makanan yang sudah kedaluarsa tersebut?

Cek KLIK Parsel Lebaran
Sidak Langsung ke Salah Satu Retail Menjelang Lebaran
Cek KLIK Parsel Lebaran
Dari hasil sidak ditemukan salah satu minuman kaleng yang sudah penyok kemasannya.

Berikut masolo sampaikan beberapa tips yang bisa kita gunakan bersama untuk mengetahui makanan yang layak konsumsi atau tidak secara kasat mata:

  1. Bukalah kemasan makanan/minuman itu ciumlah akan berbau sangat tidak enak,
  2. Warna makanan/minuman berubah dari semula, daging merah menjadi biru kehitaman dan berwarna tidak segar,
  3. Jika dirasa, akan berasa tidak enak dilidah (inilah indicator penolakan tubuh),
  4. Dipermukaan produk biasanya ditumbuhi jamur, ada kesan permukaan yang memutih dan ada buih,
  5. Jika makanan/minuman diangkat berlendir dan sangat kental dengan aroma tidak enak,
  6. Makanan jika ditekan dan dibelah mudah remuk dan hancur (tidak liat dan alot),
  7. Adanya cacing kecil yang halus atau ulat ulat kecil.

Nah andaikan masolo tau hal ini terlebih dahulu, pastinya hal tidak mengenakan yang tadi masolo ceritakan di awal tidak akan terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita semua memahami dan mengetahui carai sederhana untuk memastikan panganan kemasan yang akan kita konsumsi itu layak atau tidak untuk masuk ke perut kita. Jangan sampai niatnya ingin memberi hal yang nikmat, eh jadinya malah memberikan hal yang tidak mengenakan bagi kerabat atau kolega kita. Jangan sampai tadinya ingin menikmati hal yang nikmat eh jadinya malah sakit perut sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Terima kasih masolo haturkan kepada Ibu Penny selaku Kepala BPOM RI karena telah memberikan informasi yang amat sangat berharga ini.

Cek KLIK Parsel Lebaran
Selfie dengan Ibu Penny

Pengaduan ke BPOM RI

Bagi konsumen cerdas yang menemukan pangan yang tidak sesuai dengan cek KLIK bisa mengadukan langsung ke BPOM RI melalui kontak di bawah ini:

www.pom.go.id

TELP: 1500533

SMS: 0812.199.995.33

Email: halobpom@pom.go.id

IG: @bpom_ri

Twitter: @BPOM_RI

Fanspage: Facebook.com/bpom.official

 

Bagi yang gemar menulis, BPOM RI mengadakan lomba blog dengan hadiah menarik, temanya seputar Mudik Lebaran, supaya tidak terlewat infonya ayo silahkan di follow dan dipantengin terus timeline dari sosial media BPOM RI (IG: @bpom_ri, Twitter: @BPOM_RI, Fanspage: Facebook.com/bpom.official) siapa tau bisa jadi Inspirasi dan THR kan tulisannya. 

 

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

2 thoughts on “Parsel Lebaran: Cek Panganan Sebelum Dimakan

  • June 12, 2018 at 4:33 pm
    Permalink

    Wah setuju banget nih..sebelum membeli barang pangan olahan harus cek KLIK. Jangan lupa ya teman2..

    Reply
  • June 13, 2018 at 9:04 am
    Permalink

    Pas aku kecil bapak pernah dapet parcel sekali. Yah maklum namanya juga bukan pejabat jadi ga dapet smpe puluhan. Dan waktu itu ga sempet ngecek kadaluarsa apa ngga. Tapi memang banyak yang nakal sih pedagang parcel tuh. Maklum yah namanya ga mau rugi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *