Tangkumari Kuliner Minang atau Padang?

“Apa yang tergambar kalau masolo bilang kuliner minang?

Hah, kok minang? Padang kali masolo!”

Hahahahha, agak asing yang di telinga kita kalau kita dengarnya kuliner minang, lain soal kalau kita dengarnya restoran padang, wuish langsung terbayang rendang dan ayam pop yang penuh rasa dan selera, ditambah dengan daun singkong kriuk bin crunchy, hahahahha.

Ada yang tau perbedaan restoran padang dan minang? Masa ga tau? Hahahha, memang tiada bedanya antara restoran padang dan minang. Hanya terletak pada penyebutannya saja, yang seringnya disebut restoran padang, sedangkan makanannya disebut makanan minang. Jadi sama sekali tidak ada perbedaan antara restoran padang dan minang. Ada yang tau, kira-kira berapa banyak menu yang dihidangkan di restoran padang? 5, 10 atau 15? Wah salah, menunya itu paling sedikit ada 30-an, paling banyak bisa ratusan, buaaaanyak kan, namanya juga selero minang, haahhahaha.

Tangkumari, Kuliner Minang apa padang?
Ini kuliner minang apa padang hayo?

Kali ini masolo mendapatkan kesempatan  berbuka di sebuah kuliner minang di bilangan BSD (Bumi Serpong Damai). Hal pertama yang tergambar ketika masolo diajak untuk berbuka disini adalah rendang yang bumbunya pekat bin nikmat, sembari sesekali cemilin ayam pop dan kerupuk kulit yang dicampur dengan kuah gulai. Makannya sembari keringetan dan kaki naik satu ke atas bangku, yang konon katanya bisa menambah cita rasa nikmat luar biasa. Belum puas dengan nasi yang ada di piring, sudah terbayang nasi tambah pertama, kedua, ketiga sampai ke lima. Tambooo acieek!

Tangkumari, Kuliner Minang apa padang?
Tuh kan jadi ngiler

Ealah ternyata apa yang dibenak masolo itu sama sekali jauh dari perkiraan. Sama sekali tidak ada gambaran restoran atau rumah makan padang yang sering masolo kunjungi baik di waktu makan siang maupun makan malam. Tidak ada ruangan panas yang hanya dihiasi satu kipas yag berputar di atas. Tidak ada teko air minum dan pisang yang disajikan di atas piring kecil di setiap meja. Yang ada adalah ruangan kece bin instagramable layaknya café-café nongkrong ala ibukota. Waduh, apakah masolo ini salah masuk? Oh.. ternyata tidak, dengan ramah masolo dipersilahkan masuk oleh yang empunya sembari berkata “Tangkumari”. Uda Ferry menjelaskan bahwa nuansa interior yang dihadirkan oleh Tangkumari ini sengaja dia beserta istri yang mendesain sendiri, inginnya ada balutan khas modern tapi tidak menginggalkan budaya minang, sehingga akhirnya pengemasan nuansa ruang dipilih menggunakan kemasan modern dan artistik dengan tema industrial yang terinspirasi dari keinginan akan nuansa muda yang tetap berakar pada budaya minang.

Tangkumari, Kuliner Minang apa padang?
Tempatnya keren lho
Tangkumari, Kuliner Minang apa padang?
Ga nyangka ini restoran padang kan?

 

 

 

 

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
Secozy inilah guys
Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
Nah Kan, keren

Tangkumari sendiri ternyata adalah kosakata bahasa asli minangkabau yang artinya “Datang Kemari”, sehingga ajakan Uda Ferry tadi adalah sebuah undangan sekaligus ajakan untuk mengenal lebih dalam sajian khas minang.

“Okeh uda, masolo siap nguyah…” Jawabku ramah bercampur sumringah.

Duk..duk..duk..duk..

Suara bedug sudah berkumandang, suara perutpun tak kalah mendendang. Saatnya berbuka dengan yang asin. Setelah minum air putih, masolo langsung saja membalik piring agar bisa menyantap hidangan yang sudah disediakan uda Ferry sedari tadi. Seperti biasa, salah satu keunikan makan di restoran minang/padang adalah dihadapan kita disajikan berbagai macam lauk untuk kita bisa milih. Ada rendang, ada ayam pop, ada ayam sayur, ada sambal goreng ati, ada gulai pakis, ada daun singkong, ada ikan bumbu balado dan masih banyak lagi. Nah ada yang beda nih di atas piring masolo, ada sate padang euy, wah ditambah lagi ada soto khas padang. Nah lho, ini yang sangat jarang masolo jumpai di restoran padang biasanya. Mungkin inilah alasan mendasar Tangkumari mendeklarasikan dirinya sebagai kuliner minang, karena harapannya bukan hanya lauk dan menu biasa saja yang ada di sini, tetapi juga menu lainnya yang jarang dihidangkan di restoran padang pada umumnya.

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
Tak kuasa menahan rasa

Santapan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Sudah pasti rendang dan ayam pop yang mendapatkan kehormatan masuk ke mulut dan perut masolo. Masolo sangat jatuh cinta kepada dua makanan ini, yang adalah masakan khas nusantara kita tapi sedihnya sudah diklaim oleh negara tetangga (read: Malaysia). Jadi sebelum rendang ini direbut oleh meja tetangga, mari kita amankan terlebih dahulu.

Belum selesai gigitan rendang kelima dan sesuap nasi,  Uda Ferry mengajak masolo untuk mencicipi hidangan khas Tangkumari lainnya. Katanya masolo bakalan tergoda untuk nambah lagi dan lagi kalau mencicipi masakan ini. Apa coba yah makanannya? Apa? JENGKOL? BIG NO….. Tapi tanpa paksaan berarti (dengan hanya menyodorkan sepiring jengkol yang ternyata harumnya semerbak menggoda hati akhirnya masolo tergoda juga untuk mencicip rasa. Dan benar saja, orang minang kalau bikin masakan jengkol itu nikmatnya tiada tara. Masolo aja yang sama sekali tidak doyan jengkol ini berhasil dibujuk dan pada akhirnya habis ludeslah jengkol yang ada di piring tadi. Itu doyan apa laper masolo? Hahahahhaha.

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
Masolo yang berhasil dibujuk Uda Ferry makan jengkol dan pete

Sekedar info tambahan, ternyata selain makanan enak, di Tangkumari juga banyak terdapat minuman nikmat. Ada sopbuah lalu ada aneka jus yang bikin penasaran untuk diminum sembari makan atau setelah makan. Nah masolo mendapatkan pilihan yang sulit untuk jus sebagai desert ini: mau jus durian apa jus kopyor? nah lho, pilihan sulit kan? untung saja masolo sigap dengan memilih durian, karena makan kuliner minang itu enaknya ditutup dengan yang menggoda juga seperti jus durian ini.

Nah tergoda rasa ga sama cerita masolo? Bagi yang tergoda dengan kuliner minang silahkan mampir saja ke Tangkumari di Jl. Raya Serpong no.29, Serpong tanggerang selatan. Oh iyah, karena kuliner minang ini baru buka (alias soft launching) maka ada diskon khusus 20% untuk semua makanan dan minuman yang dihidangkan di sini sampai dengan 30 Juni 2018. Syaratnya gampang? Bawa perut yang lapar dan orang tercinta untuk diajak makan dan berfotoria, karena seriusan deh tempatnya cozy banget buat nongkrong, buat hangout, buat makan kenyang dan yang jelas buat memenuhi feeds kamu dengan tempat kece dan makanan yang instagramable.

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
ludes blass…

Nah buat yang ga penasaran sama kuliner minang ini, plis penasaran donks, kapan lagi kan bisa makan jengkol khas kuliner minang, penasaran yah plis….penasaran yah….

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
The power of instagramable place

 

 

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi

————————————–

Tangkumari, Kuliner minang apa padang?
Tangkumari, Kuliner Minang

TANGKUMARI

Kuliner Minang

Jl. Raya Serpong no. 29, Pondok Jagung, Serpong –Tanggerang Selatan

Reservation 0821.9566.2727

Instagram : tangkumari

Facebook : Tangkumari Kuliner Minang

Twitter: @tangkumari

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

3 thoughts on “Tangkumari Kuliner Minang atau Padang?

  • May 28, 2018 at 10:41 pm
    Permalink

    restonya bagus banget.. seperti resto2 kekinian..
    kalau ke rumah makan padang/minang mah favorit saya tetap dendeng balado, meski jarang ada, ama paru goreng. kalau gak ada juga ya kembung bakar deh.. trus minta sambel ijonya yang banyak. Tambuah ciek!

    Reply
  • May 29, 2018 at 2:14 am
    Permalink

    Emang enak banget deh sayur pakis dan rendang jengkolnya..duhh masih kebayang enaknya sampe sekarang heheheh

    Reply
  • May 30, 2018 at 5:24 am
    Permalink

    setiap sudut tempatnya bagus buat pepotoan, tempatnya juga nampaknya luas cocok kalau ngajak sekeluarga kesini

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *