Cinta Terencana, Keluarga Bahagia

Apa yang pertama tergambar ketika menyebutkan kata keluarga? Yap, bahagia. Semua orang mendambakan keluarga yang bahagia, mendambakan kehidupan keluarga yang harmonis sejahtera, merindukan keluarga yang mapan dan berkecukupan, merindukan keluarga yang berfungsi semestinya dimana ada cinta dan kasih sayang di dalamnya. Lantas bagaimana jika semua hal diatas tidak terjadi? Apa sebuah keluarga dinyatakan gagal? Hhhmmmm…

Banyak cerita yang masuk ke telinga dan hati masolo saat berbicara mengenai keluarga. Beberapa ada yang bersyukur karena keluarga yang harmonis, tidak sedikit yang berceria sembari menangis karena keluarganya hancur berantakan. Cerita-cerita tersebut disharingkan semenjak masolo SMA lho teman, artinya sudah semenjak remaja banyak yang memiliki masalah keluarga dan sangat bingung untuk bisa menemukan solusinya.

Salah satu cerita adalah tentang seorang anak yang di dalam rumahnya seringkali terdengar teriakan ibunya karena berantem dengan ayahnya, bahkan sang ayah tak segan-segan untuk bermain tangan kepada ibunya di depan mata anaknya. Ada juga cerita mengenai seorang anak yang merasa tidak disayang oleh kedua orang tuanya dikarenakan dia kurang berprestasi. Orang tuanya lebih menyayangi kakanya karena lebih pintar, berprestasi di sekolah dan bertalenta. Ada juga yang terlahir di keluarga yang serba berkekurangan karena sang ayah tidak bekerja dan hanya malas-malasan saja, sedangkan sang ibulah yang mengambil peran si ayah sebagai pencari nafkah.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Korban terbesar dalam keluarga adalah anak

Banyak cerita dan pengalaman yang diceritakan jika membahas keluarga. Sebagai seorang anak, tentunya kami/kita tidak dapat memilih di keluarga mana kita dilahirkan ke dalam dunia ini. Puji Tuhan, masolo lahir di tengah keluarga yang sederhana tapi berkecukupan. Dengan kedua orang tua yang menjadi pondasi dalam hal keuangan, papa bekerja, mama juga bekerja. Di dalam keluarga yang hidup dalam cinta kasih dan ajaran agama yang taat. Walaupun tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi Tuhan selalu kasih yang terbaik termasuk keluarga.

Memasuki umur yang tidak lagi muda, ada sebuah fase baru yang harus dimasuki, dimana tadinya menjadi seorang anak di dalam sebuah rumah tanga yang Tuhan sudah pilihkan, sekarang harus membentuk rumah tangga. Setelah kurang lebih 2 tahun-an, masolo dan mbaolo berencana untuk menikah dan membangun sebuah rumah tangga. Pilihan yang tidak mudah namun telah mantab kami berdua gaungkan. Bukan hanya sekedar niat dan komitmen tapi juga harus ada rencana di dalamnya. Rencana apa? Banyak hal, mulai dari rencana sebelum pernikahan, rencana pada saat menikah hingga rencana kehidupan setelah menikah.

Cinta terencana, keluarga bahagia
Persiapan mantab dari masolo

Jatuh cinta itu mudah, bersama dalam menjalani cinta itu yang susah (hahahahha.. ada yang setuju?) Bagi seorang anak, berada di dalam keluarga adalah pilihan mutlak yang harus diterima dan disyukuri. Tetapi ternyata sebagai orang tua, menjadi sebuah keluarga adalah sebuah pilihan terencana yang terdiri dari langkah-langkah kecil untuk mencapai sebuah tujuan, yaitu keluarga bahagia. Bersyukur masolo menghadiri sebuah talkshow  yang diadakan oleh BKKBN tanggal 15 Mei 2018 di Museum Penerangan TMII mengenai pentingnya “Membangun Keluarga Berkualitas dengan Cinta Terencana”. Talkshow yang rata-rata dihadiri oleh para emak-emak blogger dan mungkin hanya sekitar 4-5 orang saja blogger cowo yang hadir dari total 50 blogger yang hadir, hahahha.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Membangun keluarga berkualitas dengan cinta terencana

Ada yang tau ga kepanjangan BKKBN hayo? Masolo sih taunya BKKBN itu adalah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Bener, tapi itu dulu, ternyata informasi dari Ibu Eka Sulistya Ediningsih (Direktur Bina Keluarga Remaja BKKBN) BKKBN sudah diberikan tanggung jawab tambahan mengenai kependudukan sehingga kepanjangannya adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Informasi yang dipaparkan beliau, mengenai pentingnya keluarga, sama persis dengan apa sharing-sharing yang masolo dengan sedari SMA. Ternyata tidak hanya sampai disitu saja, keluarga memiliki peran penting dalam membangun sebuah bangsa. Bangsa yang besar didukung dari lingkungan masyarakat terkecil yang menciptakan kebahagian di lingkungannya, nah lingkungan terkecil itu adalah keluarga. Jadi bangsa yang bahagia harus dimulai dengan keluarga yang bahagia, dimana setiap individu yang ada di dalam keluarga turut serta merasakan dan menjadi bagian penting dalam menciptakan kebahagiaan itu sendiri.

“Eh masolo belajar tentang KB juga donk?”

“Lah itu kan bukannya buat emak-emak doank?”

“Masolo emang mau pasang KB? Hahhahaha…”

Nah ini dia hal yang harus dijelaskan, bahwa ternyata KB alias keluarga berencana itu bukan hanya tanggung jawab seorang istri/ibu/emak saja lho, sebagai calon suami/ayah/bapak masolo merasa perlu dan bertanggung jawab untuk mengetahui, mempelajari dan menerapkan hal ini di dalam keluarga masolo kelak. Lah kan masolo akan jadi pemimpin di dalam keluarga, menjadi calon imam dalam rumah tangga, jadi harus punya bekal banyak, hehehhe.

Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki rencana dan terencana, bukan hanya dalam hal keuangan saja, tetapi di dalam semua lini kehidupan berkeluarga. Rencana itu sebaiknya dimulai jauh sebelum memutuskan untuk berkeluarga, yaitu dimulai saat sedang jatuh cinta ala anak muda (eeeaaa…senyam senyum sendiri kan jadinya). Jangan salah, justru kehancuran rumah tangga biasanya disebabkan oleh cinta di kala muda yang kurang bertanggung jawab dan kurang terencana. Akibatnya sudah tentu adalah korban pada anak-anak yang menjelang mudanya mereka menjadi hilang arah dan nantinya akan melakukan apa yang dilakukan orang tua mereka terdahulu, yaitu cinta di kala muda yang kurang bertanggung jawab juga. Nah lho, lingkaran setan kan, sebab akibat yang tak akan putus jika tidak diputuskan mata rantainya. Berhubung masolo sudah diberikan infomasi dan dibukakan matanya tentang hal ini, ayo kita sebagai generasi muda memutus mata rantai ini dengan menjaga kekudusan di kehidupan percintaan kita dan mulai untuk bertanggung jawab terhadap diri kita dan pasangan kita yang akan kita ajak untuk membangun rumah tangga kelak dengan cinta terencana.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Cinta terencana? hhhhmmm….menarik…

“Cinta terencana bagaimana maksudnya masolo? Plis kasih tau donk…”

Cinta terencana dimulai dengan kata JANGAN. Nah lho, baru belajar udah dikasih larangan, gimana sih, hahahha. Jangan yang dimaksud adalah jangan masuk ke dalam sebuah pernikahan jika belum cukup umur. Yap, umur seringkali menandakan kedewasaan seseorang, kenapa harus ada wanti-wanti mengenai umur ini? Karena banyak kasus terutama di daerah-daerah pernikahan anak dibawah umur, entah karena dipaksa orang tua, direstui orang tua, atau karena “kecelakaan” semata. Duh sedih yah, pernikahan yang harusnya menjadi hal sakral dan bahagia harus dirusak karena ketidaksiapan mental dan karakter. Oleh karena itu, BKKBN menghimbau bagi siapapun yang hendak masuk ke jenjang pernikahan harus matang secara umur, mental dan karakter. Nah umur yang dihimbau oleh BKKBN adalah 21 tahun bagi wanita, dan 25 tahun bagi pria.

Cinta terencana, keluarga bahagia
JANGAN NIKAH MUDA !!!

Hal kedua yang menjadi pondasi bagi Cinta Terencana adalah memahami pentingnya 8 fungsi keluaga. Keluarga adalah tempat pertama dimana hal-hal besar terjadi, dimana pemimpin-pemimpin besar dilahirkan, dimana teladan-teladan penting diterapkan. Hal besar akan terjadi, pemimpin besar akan tercipta, teladan penting akan diterapkan hanya jika keluarga berfungsi dengan maksimal. Fungsi keluarga disini adalah dalam hal Agama, dimana dikeluarga-lah pendidikan agama didapatkan jauh sebelum pendidikan formal mengajarkannya. Sebagai contoh, keluarga yang menerapkan pentingnya doa dan membaca kitab sudah tentu akan mengajarkan anak untuk berdoa sedari dini. Fungsi lainnya adalah fungsi sosial budaya, dimana pertama kali anak duajarkan untuk mencintai bangsa dan budayanya adalah di keluarga. Fungsi cinta dan kasih saying juga tak kalah penting dan harus ada di dalam keluarga, karena keluarga adalah tempat pertama kali anak menerima cinta kasih yang tulus, dan menjadi tempat untuk berpulang ketika hatinya dilukai. Fungsi perlindungan juga mutlak harus ada di dalam keluarga, sehingga siapapun yang berada di dalam keluarga tersebut merasa aman. Fungsi lainnya adalah fungsi reproduksi, dimana ini adalah perintah Tuhan untuk memenuhi bumi. Fungsi sosial dan pendidikan sehingga kelak kita memiliki generasi penerus yang berakhlak mulia dan berpendidikan tinggi. Fungsi ekonomi yang mutlak juga harus dipenuhi oleh sebuah keluarga dan terakhir adalah fungsi pelestarian lingkungan, dimana diharapkan keluarga turus serta juga untuk peduli terhadap lingkungan hidup, sekecil apapaun dan sedini mungkin.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Pentingnya keluarga

Hal ketiga adalah mengetahui dan memehami beberapa INDIKATOR yang bisa dijadikan tolok ukur untuk melihat seberapa berhasilnya keluarga itu mencapai tujuan bahagia, diantaranya adalah mandiri secara emosional, mandiri secara financial dan memahami fungsi, peran serta tanggung jawab masing-masing di dalam keluarga. Ini menjadi pembelajaran sekali bagi masolo yang dalam waktu dekat ini akan memulai sebuah keluarga.

Oh iya, sedikit tambahan dan tips dari ibu psikolog keluarga kita Roslina Verauli terkait dengan cara komunikasi yang positif di dalam keluarga. Mba Roslina menyatakan bahwa kunci penting dalam keberhasilan keluarga adalah adanya komunikasi yang efektif dan penting bagi setiap individu yang ada di dalamnya. Terkadang permasalah atau berantem timbul bukan karena kurangnya komunikasi tapi lebih kepada ketidaktahuan komunikasi yang efektif. Cara komunikasi yang efektif di dalam keluarga harus selalu dimulai dengan tahap mendengarkan orang lain saat berbicara, setelah itu kita mencoba berbicara dengan menimpali obrolan agar terjadi komunikasi dua arah. Tidak cukup sampai disitu saja, kita harus membuka diri untuk dapat mengemukakan apapun yang ada di hati kita, tentunya dengan cara yang baik. Setelah masuk ke dalam obrolan yang kita inginkan, harus kita jelaskan maksud dan tujuan dari pembicaraan ini, dimana di fase ini artikulasi dan intonasi bicara harus diperhatikan supaya emosi sesaat tidak tersulut dan arah pembicaraan menjadi positif. Sebisa mungkin kita fokus dengan topic penting yang sedang kita bicarakan. Perlihatkan sikap respek dengan mendengarkan, menghargai bahkan memberikan solusi kepada pasangan/anak ketika diminta. Hormati lawan bicara dengan memberikan nada bicara yang halus, tenang dan sabar.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Kita membangun keluarga yang bahagia

Duh kalau dibaca dari atas sampai bawah ribet juga yah memulai sebuah keluarga itu. Betul, memang banyak yang harus dipersiapkan dan direncanakan secara matang, karena tujuannya kita kan ingin menciptakan keluarga yang bahagia dan layak ditinggali oleh anak-anak kita kelak. Ingat lho, kita pernah merasakan sebagai anak bagaimana ditempatkan oleh Tuhan di dalam sebuah keluarga yang tidak bisa kita minta/request. Maka ada baiknya kita sebagai calon orang tua mempersiapkan keluarga yang bahagia supaya ketika kita dipercayakan seorang anak, anak tersebut akan sangat bersyukur bisa hadir di dalam keluarga kita. Bahagia di dalam keluarga itu adalah tanggung jawab dari orang tua, tempat dimana anak bisa menemukan arti kebahagiaan sejati, arti cinta sejati, arti kasih saying yang tulus, merasa aman dan merasa diterima supaya kelak memiliki bekal yang cukup untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia kelak.

Keluarga Bahagia dengan cinta terencana
Pentingnya keluarga

Sekali lagi ini menjadi penting karena sebagai anak kita tidak bisa memilih keluarga dimana kita ditempatkan, tetapi sebagai orang tua kita bisa memilih bahkan menciptakan keluarga yang bagaimana untuk anak kita bisa bahagia kelak.

 

 

—————————————————-

*Cinta terencana merupakan salah satu program dari BKKBN yang disampaikan pada “Advokasi Program KKBKP melalui komunitas Fotografer dan Blogger” pada tanggal 15 Mei 2018 di Museum Penerangan TMII. Ada pesan sponsor yang selalu digaungkan kami para blogger dalam acara tersebut, namanya SALAM GENRE, berikut salamnya:

Salam GENRE…. SALAM

Remaja GENRE…. SEHAT, CERDAS, CERIA

GENRE Indonesia… Saatnya yang MUDA yang BERENCANA

Cinta terencana, keluarga bahagia

 

 

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi.

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

7 thoughts on “Cinta Terencana, Keluarga Bahagia

    • May 21, 2018 at 7:04 am
      Permalink

      Yap betul banget kak, dipupuk sedini mungkin, dirasakan bukan hanya dengan hati tapi juga dengan pikiran 🙂

      Salam Inspirasi

      Reply
  • May 21, 2018 at 8:46 pm
    Permalink

    semoga tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban dari keluarga yah, karena keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak

    Reply
    • May 22, 2018 at 1:21 am
      Permalink

      iyah betul mba, kasian kalau anak jadi korban euy.

      Reply
  • May 21, 2018 at 8:53 pm
    Permalink

    Jika sudah jatuh cinta segera direncanakan semuanya, agar semua menjadi mudah dan indah ya

    Reply
    • May 22, 2018 at 1:20 am
      Permalink

      Setuju sangat mba ria, ini adalah salah satu bentuk cinta yang bertanggung jawab. Jangan cuma mau enaknya doank jatuh cnta, tapi juga harus mau bertanggung jawab di dalam cinta itu.

      Salam Inspirasi

      Reply
  • May 27, 2018 at 11:23 pm
    Permalink

    haru banget bacanya, thanks kak uh jadi memahami pentingnya komunikasi dua arah dan hal lain yang sering aku luput

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *