Infinity War, Siapa Jagoan Kamu?

Demam Avenger: Infinity War melanda seluruh jagat Indonesia. Siapa yang tidak tergila-gila dengan film superhero besutan Marvel yang satu ini. Sebut saja jagoan andalan Tony Stark sang iron man, lalu ada Captain America yang dengan gagahnya memegang perisai. Ada Manusia super gede berwarna hijau si Hulk, ditambah lagi ada si cantik Black Widow. Eh jangan lupa juga kekonyolan Quill, Drax, Gamora, Rocket Raccoon dan si imut Groot. Duh rasa-rasanya ngebayangin mereka berantem bersama untuk mempertahankan bumi bakalan seru banget kali yah. Eh jangan lupa juga kita harus mencolok kebijaksaan dari Dr. Strange yang turut menjaga bumi.

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Infinity War, Siapa Jagoanmu?

Tenang, supaya tidak disebut spoiler, makanya postingan ini baru muncul di sesuapnasi dengan harapan semua yang membaca ini sudah menonton filmnya. Oh iyah sebagai informasi juga, masolo bukan termasuk marvel fans yang memang mengikuti kisahnya mulai dari dari komik sampai di layar lebar. Suka sih dengan film superhero, tapi lebih suka kisah heroik para pejuang kemerdekaan (tentara) yang bertempur di medan perang sesungguhnya.

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Terima kasih untuk Asus Indonesia, JD.ID dan CGV

Terima kasih kepada Asus Indonesia dan JD.ID yang telah memberikan kesempatan kepada blogger macam masolo ini untuk bisa menikmati keseruan film ini. Setelah kegirangan mendapatkan undangan nobar bareng, masolo langsung berangkat menuju CGV Grand Indonesia. Tidak ada persiapa apa-apa, tidak ada ekspektasi macam-macam, hanya ingin menikmati kisah heroik garapan dari MCU (Marvel Cinematic Universal).

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Kepada pemirsa yang terhormat, film akan segera dimulai.

 

Film-pun dimulai.

.

Seluruh lampu di bioskop dimatikan.

.

Layar dikembangkan.

.

Suara khas surround digaungkan.

Seru!

..

Sesaat sebelum film dimulai bangku di barisan belakang masolo sudah ribut duluan, berusaha meyakinkan kawan-kawannya bahwa jagoannya lah yang terbaik, yang bakalan bisa ngalahin si musuh utama yang bernama Thanos. Ada yang jagoin Iron Man, ada yang kesemsem sama otot keker dari Thor sang dewa petir, ada yang tergila-gila sama brewoknya Captain America, ada yang tersihir dengan kebijaksanaan dari Dr.Strage. Yap semua ribut dengan jagoannya masing-masing.

Jeng..jeng…jeng.. film dimulai dengan sesuatu yang gelap, bukan gelap karena lampunya, tapi adegan yang “gelap”, menakutkan, menimbulkan kehancuran dan bau kematian ada di mana-mana (*tuh kan spoiler deh), hahahhaha. Tenang, masolo tidak akan menceritakan jalan cerita dari film ini, tapi lebih kepada siapa jagoan yang masolo pilih.

Pilihan jagoan di Infinity War jatuh kepada…….jeng…jeng..jeng…

…..Tetot……

Bukan Captain America, bukan pula Iron Man. Pilihan masolo jatuh kepada Thanos, si penghancur dunia. Lah..lah…lah.. itu mah bukan jagoan masolo, itu kan mukiber alias musuh kita bersama!!! Duh gimana si masolo ini, klo ga ngerti ga usah komen deh!!!

Infinity War, Siapa Jagoanmu?Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Ini dia jagoan masolo, THANOS

..

 

Tenang, tenang, tenang.. hahaha… Jangan pada ngedumel duluan donk. Masolo jelasin nih yah, kenapa masolo jadi Thanos Fansboy. Bukan karena dia gede, jahat dan punya impian untuk menghancurkan dunia, tapi masolo melihat sesuatu yang bisa kita pelajari bahkan dari tokoh paling jahat sekalipun, apa itu? MIMPI, TUJUAN HIDUP DAN KONSISTENSI!

Thanos punya MIMPI, TUJUAN HIDUP dan KONSISTENSI.

Yap, itu yang masolo lihat dari tokoh Thanos sehingga dia layak menjadi jagoan pilihan masolo. Dalam film avenger kali ini, jelas Thanos punya keinginan kuat untuk mewujudkan MIMPI-nya. Apa impiannya? Membuat dunia bahkan alam semesta menjadi lebih baik. Agaknya Thanos bukan hanya melihat ketidakadilan saja di alam semesta ini, ingat bukan hanya MELIHAT, melainkan menjadi korban dari ketidakadilan itu. Ingat scene dimana Thanos bercerita kepada Iron Man melalui Reality Stone, dimana kampung halamannyalah yang pertama dihancurkan kareka ketidakadilan itu? Yak betul, Thanos menjadi korban dari ketidakadilan alam semesta ini. Dia melihat dua hal yang bertolakbelakang yang mungkin menjadi dasar dari hukum ekonomi yang kita ketahui sampai saat ini, bahwa ada keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan tersebut terbatas (dalam hal ini sumber daya). Thanos melihat ketidakseimbangan hal tersebut yang di dalam pikiran dia akan menimbulkan kekacauan kelak nantinya. Bayangan yang terlintas bagi Thanos adalah kelaparan dan kemiskinan yang merajalela, kejahatan yang nantinya akan tumbuh subur karena faktor tersebut, makhluk yang menjadi buas dan individualism guna memenuhi keinginan pribadinya, egosentris dan egoisme yang memenuhi seluruh karakter makhluk hidup termasuk manusia, ngeri kan. Oleh karena hal tersebut, Thanos memiliki tujuan untuk menjawab permasalah tersebut. Tujuan yang lahir dari latar belakang dan perumusan masalah yang komplek, yang nantinya tujuan tersebut berubah menjadi mimpi.

Masih sebel sama masolo karena masolo ngelea Thanos? Hahahha… Kalem pak/bu, kita lanjut lagi yah bahasannya. Atas dasar hal diatas, Thanos pada akhirnya memiliki tujuan hidup dan mimpi yang menurutnya akan mampu menjadi solusi. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah TUJUAN HIDUP yang menciptakan SOLUSI. Thanos tidak hanya memiliki tujuan hidup untuk dirinya sendiri, tapi dia ingin menjadi solusi bagi alam semesta. Kesalahan terbesarnya adalah SOLUSI itu sendiri, yaitu berlagak menjadi Tuhan bagi semesta, berusaha mengatur keseimbangan alam semesta dengan memusnahkan sebagian penduduk alam semesta untuk memulai kembali alam semesta yang damai, cukup dan melimpah bagi semua. Menjadi Tuhan tidaklah mudah, karena Tuhan adalah Tuhan, bukan Thanos, bukan Captain America, bukan Iron Man, bukan juga sang dewa petir bahkan Galactus sekalipun (buat yang ga tau Galactus nanti browsing di google yah, masih tokoh di marvel kok..hehhe). TUhan tidak bisa digantikan, dan tak tergantikan. Disinilah letak kesalahan terbesar dari Thanos.

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Infinity War, Siapa Jagoanmu?

Gimana, sudah mulai ilang sebelnya? Lanjut yah. Hal ketiga yang masolo kagumi dari Thanos adalah kegigihannya dalam menggapai TUJUAN HIDUP dan MIMPI tersebut. Satu-satunya cara untuk bisa mewujudkan mimpi dan tujuan hidupnya secara mudah dan instan (hanya dengan menjetikan jari) adalah dengan mengumpulkan semua infinity stone. Thanos tau apa tujuannya, Thanos juga tau bagaimana caranya. Thanos KONSISTEN untuk melakukannya, istilahnya walau badai menghadang. Terbukti di film ini, Thanos satu persatu mendapatkan apa yang ia mau, Infinity Stone. Bukan hanya sekedar mengumpulkan saja, tapi Thanos tau bagaimana menggunakan Infinity Stone tersebut untuk bisa mendapatkan batu lainnya. Agak heran saja dengan tokoh lainnya yang hanya bertugas menjaga batu tersebut tanpa pernah mengeluarkan potensi maksimal dari batu tersebut, sebut saja Loki, Dr. Strage bahkan Vision. Andaikan saja mereka menggunakan kekuatan batu itu seperti para leluhurnya (guru dari Dr. Strange sang penjaga mantra) mungkin Thanos bisa dikalahkan, apalagi kan para Avengers bisa menyatukan kekuatan, secara hitungan diatas kertas 1 lawan banyak yah menang banyak kan, hehehhe. Tapi nyatanya mereka kalah.

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Thanos Fansboy

Nah alasan-alasan itulah yang membuat masolo memilih Thanos menjadi jagoan di dalam film ini. Karena selain mengajarkan masolo akan ketiga hal penting dalam hidup (TUJUAN HIDUP, MIMPI dan KONSISTENSI), Thanos juga terbukti menyelesaikan tugasnya dengan baik di film ini, mewujudkan mimpinya dan berakhir dengan duduk tenang sembari menikmati persawahan (lagi-lagi persis seperti yang dikatakannya terhadap Gamora).

Yah mungkin semua hal di atas adalah pendapat pribadi dari seorang yang sama sekali tidak mengerti marvel dan superhero yang ada di dalamnya. Tapi lagi-lagi, toh tetap ada hal yang bisa kita pelajari dari hal yang paling buruk ataupun tokoh yang paling jahat di dalam kehidupan. Itu yang namanya belajar dan belajar.

Infinity War, Siapa Jagoanmu?
Tim mana nih: Captain, Iron Man or Thanos?

Jadi akhir kata, selamat menonton infinity War dan bener-bener ambil hal yang bisa dipelajari dari film tersebut. Sudut pandang bisa berbeda, jagoan bisa berbeda tapi ingat perbedaan itu harus dijadikan kekuatan untuk bisa bersama membangun. Jangan sampe adu jotos yah gegara beda jagoan ataupun jagoannya mati di film ini, hehehhe.

 

Salam Inspirasi,

Sesuapnasi

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

4 thoughts on “Infinity War, Siapa Jagoan Kamu?

  • May 3, 2018 at 7:54 am
    Permalink

    Dibikin galau lagi karena harus nunggu part 2nya nanti thn depan…hiks

    Reply
    • May 3, 2018 at 10:45 am
      Permalink

      iyah betul, dan galaunya berkepanjangan euy sampai 2019, semangat menunggu saja, pasti bakalan epic ini nanti lanjutannya.

      Reply
    • May 4, 2018 at 5:10 am
      Permalink

      groot yang imut dan lucu yah pas kecil, tapi pas udah abg agak ngeselin, hahahahha. Tapi tanpa groot, strom breaker ga akan bisa tercipta.
      Salam Inspirasi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *