Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)

Hai Kenalkan saya nee,

Kali ini saya berhasil membuat seseorang yang hobinya; berpetualang masuk keluar hutan, naik turun gunung, nyelam dan berenang di laut, untuk mengikuti kemauan saya…yihaaa…

Kecintaan terbesar saya terhadap sejarah membawa saya masuk ke dalam sebuah ruang waktu di mana saya bisa menikmati sejarah secara maksimal. Banyak orang mungkin menganggap saya aneh dan unik, lebih memilih melihat barang-barang yang sudah usang dan kuno ketimbang melihat barang-barang sale di mall-mall. Saya lebih menyukai aroma pengap dan lapuk tanda dimakan zaman dibandingkan aroma harum palsu dari wewangian yang dikeluarkan setiap berapa menit sekali dari sebuah alat. Saya lebih menyukai berpanas-panasan di bawah terik matahari, ketimbang berdingin-dingin di bawah penyejuk ruangan yang terpasang hampir di setiap sudut. Panggil saya pencinta sejarah, panggil saya penikmat benda kuno, panggil saya gadis museum.

Apapun itu panggilanmu, saya memang tergila-gila dengan sejarah. Mungkin karena dahulu kala papa sering mendongengkan sejarah-sejarah bangsa ini kepada saya sebelum tidur, menceritakan mengenai ratusan bahkan ribuan candi yang berdiri megah, bercerita mengenai berbagai kerajaan-kerajaan yang berkuasa sebelum NKRI terbentuk: ada Majapahit, ada Sriwijaya, ada Kutai Kertanegara dan lainnya. Ada juga kisah mengenai sejarah kemaritiman yang membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar seperti sekarang ini. Nah cerita yang terakhir ini yang cukup mengusik batin saya sebagai seorang gadis museum untuk mempelajari lebih lanjut, betapa tidak, Negara kita adalah Negara kepulauan, dimana hampir sebagian besar dikelilingi oleh lautan, sekaligus membayangkan sebuah lirik lagu yang bilang bahwa nenek moyang kita adalah seorang pelaut …hhmmmm… saya semakin tertarik dibuatnya.

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)

Seperti yang sudah saya gembar gemborkan diatas, saya berhasil mengajak seorang yang hobinya traveling untuk menemani saya ke museum. Kali ini saya punya partner untuk mengunjungi mesin waktu yang dinamakan museum. Dan museum yang saya tuju kali ini adalah Museum Bahari, menarik kan? Penasaran ada apa saja disana, hayuk, saya si gadis museum siap menjadi guide kalian semua… yuk…

Museum Bahari, tepat seperti dugaan saya bahwa dia harus terletak di ujung Jakarta, mendekat ke arah laut, mendekat ke arah pelabuhan. Usut punya usut, ternyata pada masa penjajahan Belanda dahulu museum ini adalah sebuah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Adapun komoditi yang disimpan di sini adalah rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil. Nah pada masa pendudukan Jepang, gudang ini beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan logistik tentara Jepang. Barulah setelah merdeka bangunan ini resmi menjadi cagar budaya dan diresmikan menjadi museum bahari pada tanggal 7 Juli 1977.

Museum Bahari terdiri dari 2 bagian, yaitu bangunan menara dan bangunan museum itu sendiri. Dengan membayar 5.000 rupiah saja kita sudah bisa menikmati keduanya kok. Tempat yang pertama dituju adalah kamar mandinya..hahahha… karena sudah sedari perjalanan tadi gadis museum ini menahan hasrat untuk pipis….jadi mohon maap, ceritanya ditunda sebentar yah, saya mau pipis dulu.

Yes, sudah selesai pipis, saatnya lanjut lagi. Perjalanan pertama kami adalah mengunjungi menara, dari menara ini akan terlihat barisan kapal yang berjejer rapi di ujung utara sana, sedang di ujung selatan akan terlihat bangunan besar yang bertuliskan VOC yang dahulu digunakan sebagai kantor dan markas perusahaan besar Belanda. Jangan membayangkan menara seperti di Game Of Throne atau Lord of The Ring yah, menara disini lebih menyerupai rumah susun ala tempo dulu yang kurang lebih berjumlah 4 lantai tanpa lift atau escalator. Jadi bisa dibayangkan betapa ngos-ngosannya pacar saya yang bertubuh tambun itu saat menaikinya, klo saya sih engga lah yah…kuat kok..hahha.. (*tapi boong).

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Menara Pengawas Bahari
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Pemandangan Utara
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Pemandangan Selatan

Setelah puas memandang dari menara, kami menuju museum bahari-nya. Bangunannya memang terpisah dari menara, jalannya sedikit saja kok tidak sampai mengelurkan keringat berlebih (kalau keringatan kan ada minuman pengganti ion.. hahaha…). Yang mencuri perhatian saya pertama adalah jangkar raksasa yang berada di depan museum, menandakan bahwa kami tidak salah masuk.

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Ga Salah Masuk kok

Memasuki pintu gerbangnya sudah tercium bau kayu-kayu lapuk ala tempo dahulu, dan benar saja seketika saya jejingkrakan melihat berbagai benda sejarah usang yang masih terjaga ada di hadapan saya. Ada perahu layar kuning, ada perahu khas papua, bahkan ada gergaji raksasa yang fungsinya adalah untuk membuat perahu. Selain itu ada kemudi kapal yang bisa saya mainkan, berimajinasi menjadi seorang bajak laut, dan sesekali melihat pacar dengan tatapan anehnya melihat tingkah saya..hahaha.. maapkan yah pacar, beginilah kalau gadis museum ketemu sama mainannya.

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Asik Sendiri…
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Berbagai Informasi Maritim
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Miniatur Perahu
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Sampan Asli
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Gergaji Raksasa

Puas mengitari lantai dasar, kami menuju lantai atas, dimana tempat ini juga tidak kalah seru. Kalau di lantai bawah tadi kami disajikan berbagai barang koleksi museum, di lantai ini dibuatlah sebuah tampilan kisah-kisah dan legenda-legenda laut yang dibentuk menggunakan boneka manekin sekaligus dengan lukisan di dinding. Nah kalau ke sini jangan kaget dengan patung Davy Jones yang ada di ujung sana, karena saat kita melewatinya seketika lampu akan menjadi gelap, dan patung itu akan dihiasi warna warni lampu yang membuat kesan seperti hidup, setelah itu akan ada tampilan video Pirate of Caribian.. hhmmm.. menarik juga… eh ternyata memang di situ dipasangi sensor gerak dimana kalau kita melintas di sana akan terjadi hal yang saya deskripsikan itu. Keren yah.

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Sok-sok-an moto, padahal sebelumnya kaget bin takut
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Sejarah Viking
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Sejarah Putri Guang Zho, eh bukan deng..hehhe..
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Ada yang tau Werkudoro, Raksasa Laut Indonesia?
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
ciye yang mau diajakin ke museum 🙂
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Abel Tasman… Bukan Abel Temon lho yah..
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Rempah-Rempah Indonesia… Indonesia itu kaya loh…

Setelah puas mempelajari, membaca, mencolak colek sejarah kami beristirahat sejenak di tengah museum yang memang seperti disediakan tempat istirahat terbuka untuk kami duduk. Lha kok bukannya istirahat, pacar saya malah berkeliling dan menemukan sudut menarik di sini. Maklum mata seorang fotografer emang begitu deh yah, ga bisa melihat sudut bagus sedikit. Dan jadilah kita bukannya istirahat malah jeprat jepret di sana sini…hahaha.. ala-ala prewed gitu padahal mah bukan, kami hanyalah pasangan yang cinta museum kok, suwer.

Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
#BukanFotoPrewed
Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)
Jadi Model Mas-nya…

Untuk para pembaca setia sesuapnasi, mohon maap yah karena blognya saja bajak nih, bukan untuk kepentingan narsis semata kok, tapi supaya kita bisa sama-sama mencintai sejarah dan budaya bangsa kita sendiri, belajar mengenal sejarah maritim kita, belajar mencintai bangunan bersejarah dan cagar budaya, supaya kelak kita punya kisah yang akan diwariskan ke anak cucu kita.

Udah dulu yah, Mas_Olo udah melotot ajah tuh dari tadi karena blognya dibajak ..hahha.. okelah, sekian dan terima kasih.

 

*Just For Info:

Museum Bahari

Alamat: Jl. Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10120
Jam buka: Setiap Hari, 09.00–16.00 WIB
Telepon: (021) 6693406

 

Salam #BajakBlog

Gadis Museum

 

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

3 thoughts on “Jelajah Museum Bahari (#BajakBlog)

  • August 20, 2017 at 4:19 pm
    Permalink

    Wahh mba Nee tuh kan yg punya gerai souvenir yg nama brand-nya ‘everything_i_needs’.. Aku order souvenir & undangan aku di situ tuh..keren2 banget desainnyaa..
    Waktu itu aku order jar vintage gitu sama undangan model rustic…dann jadinya kece bangeettt..
    Ternyata dia pacarnya si mas olo yg punya blog ini yaa?? Wahh enak dong ya ntar kalo merit jd bisa bikin souvenir sama undangan sendiri..hehehhee.. Anyway, kapan nih mas olo sama mba nee nyaa merit??? ;p

    Reply
  • August 21, 2017 at 6:09 am
    Permalink

    Mengunjungi museum sekarang sudah menjadi agenda wajib saat mendatangi sebuah kota. Disana kita belajar mengerti sejarah, budaya, keadaan sosial, yang membentuk sebuah kota. Sayangnya mengunjungi museum suka kalah bersaing dengan lebih memilih mendatangi tempat-tempat yang lagi heits di jagad maya ya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *