Liburan Seru Bareng Sepupu

“Liburan paling seru adalah menghabiskan waktu bersama Sepupu tercinta…”

Eh masa sih? Bukannya malah males dan ngerepotin kalau liburan bareng bocah-bocah begitu, apalagi yang lagi aktif-aktifnya kan, lari sana lari sini, guling sana guling sini, gelundung sana gelundung sini, kadang cape ngikutinnya, lelah maksimal..hahahahaha…

Yah itu sih tergantung ajah sih: tergantung bagaimana cara menikmati liburan bareng mereka, tergantung cara berkomunikasi dengan mereka, tergantung cara kita melebur dan menikmati keseruan melalui kaca mata mereka. Nih contohnya, keponakan Mas Olo yang baru saja datang dari kampung halaman untuk berlibur ke Jakarta, permintaanya sederhana dan ga ngerepotin loh, mereka cuma minta diajakin ke Taman Mini Indonesia Indah untuk berkunjung ke Museum Transportasi hanya untuk melihat kereta jaman dahulu kala. Hah seriusan? Cuma minta itu doank liburannya? Enak banget yah..hahhahaha..

Liburan Seru Bareng Keponakan
Memasuki Wahana Lorong Waktu 🙂

Yah begitulah, jadi ceritanya kedua sepupu Mas Olo yang bernama ‘K’ dan ‘N’ ini suka banget sama yang namanya kereta. Sedari kecil (bahkan bayi) mereka sering diajak ke pinggiran rel di daerah cakung hanya untuk sekedar melihat kereta yang lewat. Ketika ada kereta lewat, mereka lantas bertepuk tangan dan berteriak kegirangan, senengnya bukan kepalang. Setiap ke toko bukupun, pasti yang dicari adalah buku atau majalah mengenai kereta. Film kartun favoritnya juga tentang kereta, bener-bener ketagihan kereta deh. Nah makanya pas diajakin ke Taman Mini Indonesia Indah, mereka senengnya bukan kepalang.

Perjalanan Sejarah dimulai…

Begitu masuk ke dalam museum transportasi, walaupun ada berbagai macam alat transportasi yang ada disana, tetap yang menjadi favorit adalah kereta api. Berbagai kereta api tua ada di sana, dan konon katanya kereta-kereta yang ada disana beneran terpakai loh pada zamannya. Bukan hanya sekedar hiasan, pajangan atau diecast semata. Mulai dari kereta yang mengangkut Presiden Soekarno, lalu kereta yang dipakai para tentara untuk berjuang, hingga lokomotif tua yang telah menempuh jarak jutaan kilometer dan berumur sangat tua ada disana, lengkap dengan informasinya.

Liburan Seru Bareng Keponakan
Kereta Presiden Pertama

Perjalanan melintasi sejarah perkeretaapian Indonesia kami bermula dengan kereta pertama yang dipakai oleh mantan presiden pertama Indonesia yaitu Bung Karno. Usut punya usut,kereta inilah yang sering digunakan oleh Bung Karno untuk mengelilingi pulau jawa, bertemu dengan para Jendral-Jendral dan Pemerintah Daerah sejawa guna menyatukan ideologi dan menyebarkan paham pancasilaisme. Tadinya kereta ini lengkap dengan lokomotifnya, tapi sekarang hanya tinggal gerbongnya saja, konon katanya lokomotifnya sudah dibawa ke Solo untuk diperbaiki kembali dan ingin diaktifkan kembali untuk menjadi kereta wisata sejarah di sana, wuih jadi penasaran kan yah, bagaimana rasanya naik kereta yang pernah digunakn oleh presiden pertama kita.

Liburan Seru Bareng Keponakan
Vintage bin Klasik

Menyusuri rel ala travelers (alias jalan kaki..hehhehe)

Langkah selanjutnya membawa kami bertiga untuk menyusuri rel yang sudah terpasang rapi disana. Tidak berapa jauh kami berjalan, kami menemukan kembali gerbong tua yang masih tampak kokoh walaupun sudah ada keriput di kanan kirinya. Gerbong ini sepertinya sengaja bisa dibuka dan dinaiki agar supaya para pengunjung bisa merasakan sensasi berada di gerbong yang konon sudah ada sejak tahun 1900-an. Penasaran dengan sensasinya? Yah semacam naik Commuter Line gitu sih, bedanya ini kereta terbuat dari kayu jati, tidak ada AC nya dan jendelanya sangatlah vintage dan klasik gitu, nyeni banget deh.

Liburan Seru Bareng Keponakan
Classic

 

Liburan Seru Bareng Keponakan
Sensasi Berada di Dalam Gerbong Tua

 

Liburan Seru Bareng Keponakan
Duo Krucil

Setasiun Tanggoeng ???

Selesai menikmati sensasi berada di gerbong tua, kami melanjutkan langkah kami menyusuri rel yang ada disana. Serasa seperti menyusuri rel sesungguhnya yang menghubungkan antara Jakarta dengan kota-kota yang ada di Pulau Jawa, eh kami menemukan semacam bangunan stasiun yang bernama Tanggoeng. Sepertinya replika dari stasiun tanggoeng yang berada di Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Ternyata replika stasiun itu memiliki makna sejarah di dalam dunia perkeretaapian Indonesia. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api nomor dua tertua di Indonesia dan merupakan stasiun kereta api tertua yang masih operasional di Indonesia. Pada tanggal 10 Agustus 1867, jalur kereta api pertama dibuka antara Tanggung-Samarang yang berjarak 25 kilometer oleh Gubjend. Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele. Bangunan stasiun yang didirikan pertama kali telah dibongkar pada tahun 1910, Pada tahun yang sama, NIS membangun stasiun baru di Tanggung, bergaya arsitektur “Chalet-NIS” yang banyak dipakai ketika NIS merenovasi stasiun-stasiunnya antara 1900-1915. “Chalet” sebenarnya adalah sebutan untuk bangunan berarsitektur tradisional di pegunungan Alpen, seperti lumbung, kandang maupun rumah tinggal. Ciri-ciri gaya bangunan ini adalah konstruksi kayu dengan atap dari sirap batu dan tritisan lebar untuk melindungi bangunan dari hujan dan salju. Dalam perkembangannya gaya arsitektur ini menjadi simbol kesederhanaan, keselarasan dengan alam, kebebasan dan demokrasi. kemudian dibangunlah bangunan stasiun yang baru, yang dapat dilihat sampai sekarang. Pada pertengahan tahun 1980-an, stasiun ini pernah hendak dibongkar dan ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Nah kan, jadi nambah ilmu deh tentang sejarah kereta api di Indonesia.

Liburan Seru Bareng Keponakan
Replika St. Tangoeng

Kumpulan Lokomotif tua…

Perjalanan kami berlanjut dengan kembali menyusuri rel hingga kami menemukan sebuah stasiun tua, mungkin lebih tepatnya disebut dengan DIPO, dimana disitu rapi berjejer lokomotif-lokomotif tua yang menggunakan uap sebagai bahan bakarnya. Sekilas lokomotif itu nampak masih kokoh berwarna hitam pekat, simbol kekuatan masa lalu. Akan tetapi saat kami mendekati lokomotif tersebut, banyak goresan dan gerusan sejarah waktu yang membuat mereka kini hanya bisa berdiri mematung dipandangi para pengagum sejara kereta api. Ditambah dengan debu yang cukup banyak, karat, ngengat dan perawatan yang kurang maksimal membuat mereka seakan-akan ditempatkan di gudang paling tua, sebuah tempat yang pas untuk sejarah. Agak menyedihkan memang, mengingat jasa mereka dalam dunia perkeretaapian Indonesia, tapi kini dipolespun tidak. Harusnya sejarah tidaklah sepilu ini…. yah mau bagaimana lagi, dana untuk perawatan sepertinya terjarah untuk wahana yang lebih modern di sekelilingnya, ditambah minat masyarakat yang lebih memilih modernisasi ala mall dibandingkan wisata sejarah semacam ini. Tak heran banyak saksi bisu sejarah ini hanya bisa menatap dingin tempat peristirahatan terakhir mereka.

Liburan Seru Bareng Keponakan
DIPO Tua

 

Liburan Seru Bareng Keponakan
Sudah Sangat Tua

 

Liburan Seru Bareng Keponakan
Sepupu N lagi bergaya

 

Eh ada kereta benerannya…

Puas menikmati keluh kesah para lokomotif yang berlapiskan karat dan debu tersebut, sayup-sayup kami mendengar suara klakson ala lokomotif jaman dahulu: “tut..tut…tut…”. Lucu, karena si ‘K’ mengira sang lokomotif bangkit dari kubur dan memperdengarkan suaranya kepada kami, hahahha… ternyata suara tersebut berasal dari stasiun buatan terdekat yang memang menyediakan kereta wisata sejarah yang disulap ala kereta jaman dahulu, hanya saja kereta ini tidak dijalankan menggunakan uap atau batubara, tetapi dengan mesin diesel…haaha… Langsung saja kami membeli tiketnya, untuk menikmati wisata sejarah kereta api dengan kereta api juga… tut..tut…tut….

Liburan Seru Bareng Keponakan
Naik Kereta Wisata

 

Liburan Seru Bareng Keponakan
Wefie di Dalam Kereta Wisata

Memang wisata sejarah tidak semenarik wisata lainnya. Tidak ada AC yang selalu membuat kami sejuk disana, tidak ada fasilitas mewah yang menyapa kami disana, tidak ada makanan siap saji yang bisa kapanpun kami hampiri ketika lapar, tidak ada ornament dan pernak pernik mewah disana, tapi yang jelas ada nilai yang terkandung di dalamnya, lebih dari sekedar pengetahuan, lebih dari sekedar sejarah. Ada imajinasi yang bisa membawa kita memasui lorong waktu, mungkin inilah kunci yang kerapkali orang dewasa tinggalkan di dalam peti yang bernama “Harta Karun Kanak-kanak”, dimana imajinasi dan fantasi kini sengaja ditukar dengan nalar dan realitas. Disinilah saya menemukan kembali imajinasi dan fantasi saat Mas Olo kecil, tararengkyu yah sepupu Mas_Olo, senang bisa berwisata bersama kalian.

Liburan Seru Bareng Keponakan
Bergaya Bak Model…hahahhaha

 

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

5 thoughts on “Liburan Seru Bareng Sepupu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *