Nasi Uduk Kake

“Adalah sebuah tindakan yang terpuji apabila kita memberikan sebuah penghargaan terhadap seseorang karena perjuangan bukan karena rasa kasihan ….”

Malam itu, sengaja Mas Olo menganjak Mba-nya untuk mengunjungi nasi uduk kake yang sempat fenomenal pada suatu linimasa. Masih ingatkan, nasi uduk yang sempat booming di social media dikarenakan ada seorang netizen yang melewati sebuah warung nasi uduk di pinggiran jalan, dengan sosok kakek yang masih setia menunggu para pelanggan menghampiri dagangannya yang terlihat masih berjejer rapi di belakang kaca.

Saya rasa motivasi netizen tersebut dan Mas Olo dirasa sama, bukan untuk mengasihani si Kake, tapi untuk mengapresiasi perjuangannya dikala usia senja. Harus diakui, semenjak membaca postingan tersebut, Mas Olo kerap mengunjungi nasi uduk si Kake setelah sepulang lembur. Alasannya sederhana, pertama karena penasaran dengan warung si Kake, kedua karena memang sejalur pulang Mas Olo, ketiga karena rasanya yang cukup menggugah selera dan menggoyang lidah Mas Olo yang memang menyukai sesuap nasi, apalagi nasi uduk.

Kunjungan ke kedai nasduk si Kake kali ini bermaksud dan bertujuan untuk menularkan semangat memberikan penghargaan terhadap sebuah perjuangan kepada si pacar. Selain karena ritual pacaran yang kerap mengunjungi berbagai warung makan dengan tujuan menggendut bersama. Mas Olo sangat bersyukur kepada Tuhan karena dihadirkan Mba-nya yang mau dan dengan senang hati makan di pinggiran jalan ala kere hore (walaupun sering juga sih diajakin ngemol..hehehe). Sepanjang perjalanan Mas Olo melakukan pembukaan (preambule) mengenai kisah fenomena Kake Nasi Uduk yang sepat viral di sosial media. Disambung dengan pembicaraan bahwa media sosial, jika dipakai dengan benar untuk membantu orang, sangat besar kekuatannya. Itulah yang menjadi inti jiwa dari blog sesuap nasi ini, yang awalnya hanya sekedar untuk menikmati hidup dan mensyukuri ciptaan Tuhan melalui Traveling semata. Rasa-rasanya kok ada yang kurang gitu yah kalau kita tidak melakukan perbuatan baik terhadap orang lain melalui talenta yang sudah Tuhan berikan kepada kita, salah satunya adalah menulis.

Kedai Nasi Uduk Kake
Ini Spanduknya yah.. Jangan kebablasan…

Nah tanpa sadar, ternyata kita sudah sampai di depan kedai Nasduk milik si Kake ini. Letaknya persis di sebelah pintu masuk stasiun pengisian BBG (Pom BBG lah istilahnya) di jalan Rawamangun yang menuju Pulogadung. Malam itu Kedai Kake nampak sepi, mungkin karena Mas Olo datang sehabis buka puasa, jadi banyak yang buka puasa di rumah masing-masing. Dengan semangat dan senyumnya yang tak lekang dimakan keriput di wajahnya, sang kake langsung menyambut kami, mempersiapkan piring beserta sendok dan garpunya dan langsung menciduk nasi uduk yang aromanya sudah membuat perut kami kerongcongan. Mba-nya yang sedari tadi sudah kelaparan langsung menyerbu di hamparan lauk pauk yang disajikan di atas gerobak sederhana. Tak berapa lama, mbanya melakukan gerakan memesan khas ala Indonesia, dengan menunjuk lauk yang ada dan dengan sigap si Kake menuangkannya ke piring. Mas Olo juga bersegera memesan lauk untuk dinikmati bersama si nasi dan si malam yang mempesona.

Kedai Nasi Uduk Kake
Laper banget nih yee Mbanya…hehehhe

 

Kedai Nasi Uduk Kake
Kake yang sigap melayani Mbanya

Tak berapa lama, ternyata muncul sosok wanita berjilbab yang langsung disambut senyum oleh si Kake. Hmm.. nampaknya si Kake tidak berjuang sendirian, ia memiliki soulmate seperjuangan, kami hanya menerka-nerka, siapakah gerangan si ibu kerudung ini, anaknya kah? istrinya kah? saudaranya kah? pacarnya kah? atau pemuja rahasianya kah? Hehhehehe… Siapapun itu, nyatanya raut wajah sang kakek yang semula kelelahan kini menjadi bersemangat kembali, bergantian tugas antara mencuci piring dan mengambilkan kami minum, sesekali mereka tampak bercengkrama bersama, tersenyum bersama, tersipu bersama.. so sweet

Malam itu kami dapat pelajaran berharga, perjuangan ternyata lebih menggugah daripada rasa kasihan. Bagi kami, Kakek dan Ibu berkerudung itu sedang menikmati proses berjuang bersama, dalam kelelahan bersama, dalam gelapnya malam, dalam dinginnya udara, dalam suara klakson mobil dan motor yang memekakan telinga dan di samping barisan rapi Busway yang kerap kali berjejer di kala malam, menunggu untuk mengisi BBG yang seringnya menutupi kedai mereka. Kedai Kake ini sederhana, tapi penuh pembelajaran. Kedai Kake ini terletak di pinggir jalan, tapi rasanya seperti berada di sebuah perguruan tinggi mewah bernama pengalaman. Kedai Kake ini hanya menyajikan sepiring nasi uduk dengan semur jengkol dan menu lainnya, tapi rasanya kami seperti menyantap ribuan rasa asin garam kehidupan dan perjuangan Si Kake.

Kedai Nasi Uduk Kake
Sepiring Nasi Uduk, Lengkap dengan Lauk dan kriuk…

Pantas saja saya ketagihan dengan nasi uduk si Kakek, inilah gurihnya perjuangan hidup ala Kake. Tetap semangat kek, kami pasti akan mampir lagi ke Kedai Kake.

Kedai Nasi Uduk Kake
Nasi Uduk Kake Rawamangun, Jangan Lupa Mampir…

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

13 thoughts on “Nasi Uduk Kake

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *