7Summit : Awal Mula Mendaki

Seseorang pernah berkata kepada saya: “Jikalau ingin menemukan diri sendiri, cobalah untuk menemukan hasrat untuk mendaki….”

Set The Project:

Project Name: 7Summit 

Time                : 1 Year

Status             : Mission Complete 

Ini project 3 tahun lalu, dimana hasrat hati ingin menjadi pendaki dan menikmati naik gunung mulai terealisasi, mulai ada titik terang, mulai ada persetujuan. Ini bukan sekedar project semata, tapi juga menjadi resolusi tahunan yang dimasukan sebagai target pencapaian.

Bermula dari menikmati indahnya puncak gunung Bromo, yang berbalut pasir hitam nan pekat, dengan sejuta keindahan di balik bukit teletabiesnya, hingga berakhir ke puncak Cikuray yang ramai nian dikerubungi pendaki.

Kenapa harus 7, ga ada alasan spesifik sih, hanya saja waktu itu termotivasi saat mendengar dan membaca kisah para penjelajah yang akan mendaki (bukan menaklukan lho yah, ingat ingat !!) 7 Puncak tertinggi di dunia, yang konon katanya salah satunya ada di Indonesia yap Puncak Cartensz yang ada di Gunung Jayawijaya di tanah papua. Selain itu mas olo juga termotivasi dengan perjalanan ring of fire yang sempat ditayangkan di Metro TV. Kagum, bangga, takjub, waahh banget deh pokoknya… dari situlah resolusi ini berasal…

Trus motivasinya apaan tuh? Mau menaklukan gunung? No… Mau gagah-gagahan jadi pendaki gunung? No… Mau sekedar selfie di socmed? Big No… Alasannya simple, mau menikmati proses untuk menemukan diri dan mensyukuri karya Tuhan di dalam semesta. Waduh, masa bersyukur ajah kudu naik gunung sih, kliseee ahhh!! Bersyukur ajah di taman or kebun raya bogor, kan sama ajah… katanya harus sederhana dan simple… hehhe.. betul banget sih.. tapi ingin merasakan bagaimana rasanya mendapatkan begitu banyak pelajaran untuk bersyukur dari rasa lelah, rasa cape, rasa bête, rasa bosen plus jauh dari kenyamanan, dimana semua bisa didapatkan melalui mendaki sebuah gunung. Bersyukur di gunung rasanya butuh proses yang berkali-kali lipat, selain itu rasa syukur dan kesabaran adalah kunci di dalam mendaki, selain juga dibutuhkan pengetahuan mendasar mengenai cara bertahan hidup di lingkungan liar.

Jujur ada sedikit motivasi yang dibilang melenceng dikit, apaan tuh? Hhaha.. motivasi tuk membuktikan orang GENDUT bisa juga kok NAIK GUNUNG..hahaha.. beneran lho ini juga sempet jadi salah satu motivasinya. Motivasi lainnya adalah ingin lari dari kepenatan ibukota dan rutinitas yang menjemukan di kota, bosen liat hutan beton, bosen liat barisan lampu berderet di jalan raya, bosen liat mobil pada parkir panjang di jalan, bosen liat para pegawai kantor pulang dengan muka lelah, bosen liat para rok mini di pinggiran jalan sudirman, bosen dengan raut wajah kelelahan berbagai macam manusia setelah jam pulang kerja, boseen dah pokoknya.

Dan katanya sih, klo naik gunung itu, sifat asli kita bisa ketauan banget. Karakter aslinya bisa muncul. Yang males bakalan kliatan males, yang munafik bakal keliatan munafik, yang bête bakal keliatan bête, yang baik bakal keliatan baik, yang rajin bakal keliatan rajin, yang cuek bakal terlihat cuek dan sebagainya. Selain itu bisa juga jadi latihan untuk memperbaiki sifat kita, contohnya yang tadinya males bangun pagi jadi harus kudu bangun pagi demi mengejar sunrise. Yang tadinya malas berbebanah, jadi kudu ikutan berbenah bangun tenda, masak, dll supaya tidak dicemberutin rekan setim, yang tadinya bete-an jadi harus berusaha untuk ceria agar tidak ngerusak mood setim. Belajar dari alam banget deh pokoknya.

Lantas, 7 summit 7 mountain ituh apaan ajah? Nih : Berawal dari bromo (Gunung wisata..hehe..), Gn. Ijen, Lanjut ke Papandayan, Gunung Gede, Gunung Ceremai, Gunung Semeru, terakhir ke Gunung Cikuray. Tapi yakin Summit semuatuh? Mo jujur or boong? Hehhe… sejujurnya baru summit 6, karena pas di Ceremai kita ga sampai puncak (padahal puncak dah di depan mata bingit..) dikarenakan kondisi cuaca, air habis, stamina rekan setim ngedrop, dan hari sudah menjelang malam. Tidak mungkin memaksakan muncak, karena harus bijak juga. Buat apa menggapai puncak tapi team pada sakit, buat apa mementingkan ego jikalau pada akhirnya merugikan banyak orang. Inga inga puncak bukan tujuan, cuma bonus (walaupun pinginnya sih muncak..hehhe). Karena Tujuan utamanya yah haruslah sampai pulang ke rumah dengan selamat tak kurang satu apapun.

DSC_0250

So apapun bentuknya, resolusi itu adalah sebuah ikrar, yang harus dipenuhi, yang harus ditepati. Bukan buat gagah-gagahan di socmed, ataupun buat bersaing dengan sesame apalagi menaklukan alam. Yang kita taklukan adalah ego kita sendiri sesungguhnya ketika menggapai alam, sesungguhnya yang akan terukir bukanlah nama kita di gunung itu, tapi gunung itu di hati kita. Sesungguhnya yang akan terkikis adalah ego kita, yang berubah adalah tabiat kita, sifat kita yang kekanak-kanakan. Karena bagi saya, gunung adalah guru yang cukup baik untuk member pengalaman. Alam itu sempurna, Tapi yang lebih sempurna adalah Yang menciptanya, Tuhan.

Bersyukur untuk setiap resolusi yang boleh terjadi

bersyukur untuk setiap gunung yang di daki

bersyukur untuk setiap pengalaman dan kisah di dalamnya

Dan bersyukur untuk pembelajara karakter di dalamnya

 

*tapi yah klo udahan naik beberapa gunung tapi egonya ga terkikis, sifat nyinyirnya masih ada, masih ga mau ditegur, dan masih tak ada perubahan terlihat yang jangan salahkan gunungnya #tanyaKenapa

Salam Inspirasi

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

2 thoughts on “7Summit : Awal Mula Mendaki

  • July 17, 2017 at 6:04 am
    Permalink

    wah, sama nih pak. tapi saya awal mula mendaki di puncak gunung kerinci .. awal mula sih merasa ragu ragu .. tapi pas udah sering rasanya ingin terus mendaki

    Reply
    • July 19, 2017 at 9:34 am
      Permalink

      wuihh awal mendaki langsung kerinci, mantab sekali mas… semangat terus, untuk menjadi pendaki yang mencintai alam…

      Salam Inspirasi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *