Kenapa Mendaki?

“Mendaki?”

“ Kenapa harus nanjak?”

“Kenapa harus doyan?”

“Kenapa harus nagih?”

Hahhha… mungkin empat pertanyaan diatas mewakili seluruh pertanyaan yang nantinya bakalan ada di kategori baru di sesuapnasi.com ini. Pas banget nih, untuk mengisi liburan lebaran dengan napak tilas kisah perjalanan beberapa tahun lalu.

Kenapa mendaki?

Sesederhana ini: dengan mendaki Mas Olo bisa menikmati apa yang disebut dengan “bahagia itu sederhana”. Karena dengan mendaki Mas Olo merasa hidup, merasa menjadi diri seutuhnya. Karena dengan mendaki, Mas Olo dapat mempelajari filosofi-filosofi hidup yang sederhana tapi bermakna.

11350615_971427042891475_6532533117549404924_n

Sebenarnya keinginan menjadi pencita alam (minimal pendaki atau penikmat alam lah) udah ada sejak SMA. Pengennya ikut kegiatan ekstrakulikuler yang isinya para pencinta alam di SMA yang dinamakan Renajawana. Rasanya ingin sekali gabung ke situ dan belajar banyak mengenai pendakian dan bagaimana melestarikan alam. Tapi apa daya, namanya anak SMA yang masih bau kencur, apalagi masih dihantui sama larangan orang tua untuk pergi-pergi yang bahaya, akhirnya keinginan itu berhasil dipendam di lapisan hati yang paling bawah.

Setelah melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (Alias Kuliah), ada informasi bahwa di kampus terdapat komunitas pencinta alam yang terkenal namanya Mapala, itu lho pencetusnya adalah Soe Hok Gie yang ternama itu, yang pada akhirnya beristirahat dengan tenang di Mahameru. Sang legenda pendakian dari Indonesia. Tapi lagi-lagi keinginan harus dipendam karena harus mengejar IP tinggi biar dapet kerjaan yang okeh punya (lagi-lagi karena orang tua).

Pada akhirnya setelah dipendam cukup lama, keluarlah keinginan itu dalam bentuk kepulan awan panas (wedhus gembel) dan magma pijar, gabungan antara niat dan tekat ditambah dengan semesta yang dengan sekejap mendukung keinginan tersebut. Yah kan lagian udah gede, udah dewasa, udah bisa jaga diri sendiri, dan yang terpenting udah dapet kepercayaan dari ortu buat nanjak gunung. Akhirnya tiga tahun kemarin berhasil memulai pendakian perdana yang menjadi resolusi 7 summit 7 mountain untuk tahun 2014 lalu.

Yapp pada akhirnya sah jadi pendaki dari tahun 2014, dan ketagihan sampai sekarang (walaupun sempet vakum setahun di 2016). Kok bisa ketagihan? Kok bisa jadi doyan banget? Yaah coba deh dirasain, diresapin dan dinikmati lelahnya mendaki, dapet view yang bisa dilihat kiri kanan depan belakang atas bawah, plus ditambah pembelajaran berharga di setiap perjalannya.. boong banget klo ga ketagihan.. Mendaki itu mengasyikan ternyata..hahhaha..

22227_971427046224808_6949129971531392953_n
Kenapa Mendaki?

 

Ada sebuah rahasia besar dibalik alasan mendaki tersebut… Alasan utama mendaki yang paling dasar itu sebenarnya adalah untuk membuktikan mitos yang ada selama ini bahwa PENDAKI ITU KURUS-KURUS… hahha…

Dan mitos tersebut akhirnya terpecahkan karena ada ORANG YANG BERBADAN TAMBUN yang berhasil naik gunung, berhasil turun lagi dan berhasil ketagihan mendaki.

So naik gunung itu ternyata asyik banget … asyiknya gimana? Kisahnya gimana?

Nantikan di NEW-CATEGORY (7Summit) sesuapnasi.com yah 🙂

 

 

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

3 thoughts on “Kenapa Mendaki?

  • June 24, 2017 at 4:34 pm
    Permalink

    Saya jga suka mendaki saya pernah mendaki di gunung sindoro jateng.

    Reply
    • June 24, 2017 at 4:43 pm
      Permalink

      Hai Kaka, salam kenal.. wah pendaki juga.. mas olo malahan belom pernah euy ke sindoro dan saudara kembarnya sumbing.. boleh donk diajak-ajak kapan-kapan..

      Salam Inspirasi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *