Mengubah Keluh Menjadi Suluh

“Kepedulian adalah barang langka di bumi kita…”

Mas_Olo

Masih teringat jelas keteladanan yang saya pelajari dalam sebuah komunitas, dimana kami dilatih untuk menjadi peka, kemudian peduli dan terakhir menjadi inspirasi. Peka dalam hal apa? Dalam hal yang paling sederhana sekalipun, contohnya peka kepada lingkungan. Dengan turut serta menjaga kebersihan lingkungan, itu adalah salah satu bentuk kepekaan kita kepada lingkungan yang semakin hari semakin tercemar oleh berbagai kotoran dan limbah manusia. Peka dengan tidak membuang sampah sembarangan adalah contohnya; menyimpan dahulu bungkus permen yang telah kita makan sampai kita menemukan tempat sampah dan membuangnya, menyimpan dahulu botol minum plastis yang isinya sudah habis kita teguk ke dalam tas kita sampai menemukan tempat sampah, menegur sahabat kita yang tanpa sengaja ataupun sengaja membuang sampah di depan mata kita. Inilah kepekaan yang terus menerus dilatih dan dilakukan di dalam keseharian kami.

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Kepedulian seorang gadis

Peka, kepekaan berlanjut dan berkembang mejadi sebuah kepedulian. Kepekaan yang kini tumbuh menjadi rasa peduli kepada lingkungan bukan hanya sekedar tidak membuang sampah, tetapi naik level menjadi tim pemungut sampah ketika melihat sampah berserakan di sekeliling kita. Kepedulian yang tanpa sadar telah menjadi inspirasi bagi orang-orang yang tergerak akan secuil kepekaan yang dimiliki di dalam hatinya. Kini peka telah berbuah manis, melahirkan kepedulian dan inspirasi yang melahirkan kepekaan-kepekaan kecil di sekelilingnya. Rantai kepedulian yang manis, simbiosis yang sempurna.

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Salah satu komunitas yang telah menumbuhkan kepekaan menjadi kepedulian menjadi sebuah inspirasi

 

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Kawan nongkrong “Advanture” yang punya moto: jangan tinggalkan sampahmu di Gunung!!!

 

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Komunitas yang mengajarkan arti kepekaan, kepedulian dan keteladanan kepada mas olo

Dulu sebelum mengenal komunitas yang saya ceritakan diatas, saya adalah orang yang apatis kepada lingkungan sekitar, pikiran saya sederhana “Toh juga bakalan ada yang benerin/ngerjain ini masalah..” Yah mungkin hampir sebagian anak muda seperti saya yang dahulu telah kehilangan kepekaan mereka kepada lingkungannya, sehingga boro-boro peduli dan menjadi inspirasi, yang ada hanya cuma geleng-geleng kepala saja sembari lalu. Klo era kini, dengan adanya socmed, paling mentok adalah di foto dan ngomel-ngomel di socmed tentang bagaimana jorok dan bobroknya lingkungan/masyarakat ini sampai jadi viral. Contoh hal paling viral mengenai keluh kesah ini adalah mengenai BKT yang digunakan lalu lalang oleh motor (padahal aslinya diperuntukan untuk pe-jogging dan pesepeda) sehingga pesepeda tidak bisa lewat dan malah menjijing sepedanya di pinggir kali, mmm.. miris…

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Ini Sempet Viral lhoo…

Untungnya sekarang, berangkat dari rantai kepedulian yang samalah, Mas Rama Raditya melahirkan sebuah aplikasi yang berangkat dari keluh kesah warga akan ketidaknyamanan yang ada di lingkungannya, entah itu masalah sampah, masalah banjir, masalah transportasi, masalah fasilitas umum, birokrasi sampai mungkin masalah antar manusia yang terjadi di lingkup kecil RT/RW. Keluh yang diubahnya menjadi sebuah aplikasi dengan misi untuk memperbaiki komunikasi antara warga dengan pemerintah, serta menindaklanjuti keluh kesah yang ada di social media. Aplikasi yang sebenarnya sudah saya download tapi hanya sebagai silent rider, hehehhe… aplikasi itu bernama Qlue.

 

Dengan bermodalkan kepekaan, kini semua orang bisa menyalurkan keluh kesahnya terhadap suatu hal yang ada di depan matanya dengan bermodalkan sebuah kamera dan kepedulian semata, tinggal cekrek, kasih caption dan hastag, lalu upload di apps ini, makan kepekaan dan kepedulian kita akan segera ditindak lanjuti oleh dinas terkait dengan mengerahkan pasukannya untuk menyelesaikan masalah yang ada. Memang tidak mudah awalnya, saya yang hanya silent rider melihat banyak kepedulian bermunculan melalui aplikasi ini, yang membawa sayapun kini menjadi teringat akan kepedulian yang diajarkan oleh sebuah komunitas tentang arti teladan dan inspirasi.

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Misi Qlue Untuk Indonesia

 

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
#BeraniBerubah

Kini, jikalau ada yang bertanya bagaimana cara menginspirasi, jawaban paling sederhananya adalah dengan membuka hati dan gunakan apa yang ada di tangan kita. Ada tangan? Yah kita bantu ambil sampah yang ada di depan mata kita, lalu kita buang ke tempat sampah. Ada uang receh? Yah kita bantu bapak yang menjual camilan sore di pinggir jalan dengan membeli dagangannya dan membuatnya tersenyum. Ada motor? Yah kita bantu teman kita yang sedang mencari tumpangan untuk pulang menuju ke rumahnya. Kalau yang ada hanya smartphone? Yah kita bantu sekeliling kita dengan download qlue, register dan foto hal yang membuat kita cemas atau resah, beri caption/hastag dan bantu bapak-bapak di ujung aplikasi sana untuk membenahi masalah itu dengan menunjukan lokasinya dengan tepat.

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Cukup dengan apa yang ada di genggaman kita

Ternyata peduli itu mudah kan yah? Semudah membuka mata kita untuk sekeliling kita.

Mengubah Keluh Menjadi Suluh
Yuk Belajar Peduli Untuk Indonesia…

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

 

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

2 thoughts on “Mengubah Keluh Menjadi Suluh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *