Gunung Batu, Kejutan Kecil di Kota Jonggol

“Salah Satu Alasan Surga Menciptakan Gunung Adalah Supaya Manusia Tidak Merasa Tinggi!”

Mas_Olo

Saya suka melihat gunung yang tinggi menjulang, mendekat ke langit seakan dapat menggapai awan-awan dengan puncaknya. Gunung adalah perlambang kekuatan dan kekuasaan dari Tuhan, bayangkan tumpukan batu yang saling berimpit dan menyatu dalam ikatan tanah liat dan gas bumi, yang kemudian tersusun rapi menjulang nyata, membuat siapapun yang melihatnya mendongak ke atas lalu tertunduk lesu ketika menapakinya.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Penasaran Banget sama Ini Gunung !!!

Sebut saja Gunung Batu, gunung yang membuat saya penasaran akan kegagahannya sekaligus petualangan yang dikandungnya. Beberapa kali sempat mengintip internet dan social media untuk sekedar membangkitkan rasa penasaran akan gunung itu. Memang dikatakan bahwa ini gunung yang tidak terlalu tinggi (bahkan pendek), dengan ketinggian hanya ‎875 Mdpl mungkin ini lebih layak disebut bukit yah bukan gunung. Tapi nyatanya, dengan ketinggian segitu saja bisa lantas membuat penasaran seluruh jiwa.

Oke, daripada terus didera rasa penasaran, sepertinya harus disegerakan rencana mendaki kali ini. Siapkan dompet, kencangkan perut, panasin motor, kita berangkat ke Gunung Batu, eh iyah, dimana sih ngomong-ngomong tempatnya? Haah Jonggol? Ga salah tuh? Wakwau mode on donk…haaha… yuk ahh kuy…

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Kita LEts Go laahh…

Oh iya, ini info beneran lho yah, bahwa Gunung Batu itu letaknya di Jonggol, iyah bener Jonggol yang sering disebut oleh si Wak wau. Ga nyangka kan di jonggol ada gunungnya juga, makanya piknik donk, jangan cuma sibuk kepoin dan nyinyirin orang doank..hahahhaha… Nah untuk menuju ke Jonggol, kalau dari tempat mas olo yang berada di Jakarta Timur cukup mudah, kita bisa lewat bekasi di jalan narogong lurus terus sampai ke perempatan mekarsari, lalu belok kiri. Jalannya juga sudah bagus dan tidak terlalu macet lho. Setelah melewati mekarsari, kamu akan disajikan pemandangan yang super kece, perpaduan antara sawah, sungai dan bukit-bukit sebagai background, menambah indah perjalanan mas olo kali ini. Tidak ada bunyi klakson dan kemacetan panjang juga menambah girang hati mas olo. Tapi nampaknya kegirangan mas olo langsung sirna seketika, ketika ternyata baru ngeh bahwa ada jembatan ambruk/nyaris roboh yang melintang di depan perjalanan mas olo. Masa iyah sih harus putar balik, hiks.. Tapi tenang, ternyata warga lokal di sana cukup sigap untuk menanganinya dengan jembatan darurat yang dibuat untuk motor (klo mobil fix sih harus puter balik dan liwat jalan lain). Sangat membantu, walaupun harus memutar sedikit melalui perkampungan warga dan trek sedikit offroad, tapi inilah yang namanya ngetrip, selalu ada kejutan yang menarik yang menanti di setiap perjalanannya.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Jembata Patah, Jadi harus lewat jembatan darurat bikinan warga
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Tanjakan dan Turunan Ekstrim Bin Offroad… hati-hati yah guys…
Motor lagi pada antri di jembatan ala warga

Jangan ragu untuk tanya-tanya warga sekitar yah guys, karena mereka ramah-ramah kok, dan dikasih tau jalan ke Gunung Batunya dengan baik, walaupun jalan menuju ke situ harus naik turun bukit, didominasi tanjakan dan turunan, jadi harus persiapkan kondisi motormu dengan prima yah, jangan sampai batal ngetrip karena motornya ga kuat nanjak..hehehhe..

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Sepanjang perjalanan disuguhkan pemandangan begini…
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Jangan Lupa Belok yah kawan…
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Sampai di tempat parkirnya

Setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, sampailah mas olo ke pintu gerbang masuk utama penanjakan Gunung Batu, cukup sepi karena memang bukan hari libur/weekend. Tarif masuknya kita akan dikenakan Rp 15.000 untuk parkir motor. Dari parkiran, harus jalan kaki kurang lebih 10 menit untuk menuju pintu masuk utama atau pos 1. Nah disitu juga akan ada iuran untuk kebersihan gunung sebesar Rp 5000 saja. Pertama kali yang terlintas saat mas olo melihat gunung yang menjulang di depan mata ini adalah apakah bisa mendaki ini gunung? Atasnya saja terlihat begitu lancip dan curam!  Tapi itulah manusia, kadang keraguan selalu muncul pada awalnya, bahkan jauh sebelum menjalaninya. Padahal Tuhan selalu sediakan jalan yang tak terduga untuk kita bisa menapakinya satu per satu. Dan benar adanya, ternyata trek pendakian di gunung batu terletak di belakang parkiran motor, dimana ternyata di situ memang ada jalur yang telah dibuat aman untuk para pendaki, melalui punggung bukitnya. Tapi tetap yah namanya mendaki yah pasti akan selalu disuguhkan tanjakan yang cukup pedes. Tanjakan pedes ini namanya tanjakan kebo, yang mas olo yakin 100 persen bahwa tidak akan ada kebo yang cukup kuat mendaki tanjakan ini…hahahahhaha… Treknya terdiri dari tanah liat dan lumut yang cukup licin, dan agaknya akan menjadi super licin ketika hujan turun, oleh karena itu disetiap titik disediakan tali/webbing untuk membantu penanjakannya.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Pemandangan di Perjalanan Menuju Pos 1
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Eh Ada Keboo…
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Ini Gerbang utamanya, sekaligus juga Pos 1

Treknya itu cukup melelahkan tapi pendek, tidak jauh seperti semeru yang harus memutari bukit demi bukit. Nyatanya, hanya berkisar 30 menit eh tau-tau mas olo sudah sampai di camp ground-nya. Tanah datar yang cukup untuk mendirikan tenda sampai 15 tenda jika rapat-rapat. Setelah dari pos inilah baru tantangan sesungguhnya menanti.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
View dari Camp Ground
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Tantangan sesungguhnya menanti… Menuju Puncak !!

Dinamakan gunung batu karena memang untuk menuju puncak gunung ini kita harus meniti satu demi satu batu-batu yang tersusun tidak rapi. Selain jalurnya yang kecil (hanya untuk 1 orang lewat saja), untuk menuju puncak dibutuhkan sedikit skill vertical climbing karena kita diharuskan untuk meniti satu per satu batu besar yang melintang di depan kita 90 Derajat men. Kebayang kan kita harus naikin itu batu pelan-pelan dengan resiko bakalan jatuh ke jurang di bawah. Untungnya lagi-lagi ada tali yang akan membantu kita naik ke atas, tapi tetap faktor keselamatan harus diperhatikan yah, karena konon katanya pernah ada yang jatuh dari gunung ini dan meninggal dunia, ngerik kan, makanya kudu Safety First dan jangan petakilan.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Puncak Gunung Batu

Benar adanya, bahwa salah satu alasan surga menciptakan gunung adalah untuk membuat manusia tidak merasa tinggi, walaupun sudah mendaki itu gunung. Setelah di puncak yang ada hanya rasa syukur yang terucap disela-sela lelah. Rasa syukur yang tiada tara melihat keindahan alam yang tiada taranya. Seperti melihat lukisan yang berebutan untuk dipamerkan di depan mata kita. Sejauh mata memandang, berputar, ke atas, kebawah, balik lagi, yang ada hanyalah keindahan surga. Benar-benar keren. Inilah makna sejati dari rasa lelah mendaki.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Pemandangan Puncak
Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Mirip di Rinjani viewnya..

Eh delalah kok di puncak ketemu temen yang tak disangka bakalan ketemu, langsung deh kita bersenda gurau disini dan sedikit narsis mode on. Dan disela-sela kita narsis, ade ade yang ada di belakang minta foto-fotoan juga..ahhahhahhaha.. Langsung deh kita berfoto ria sembari kenalan disini. Selain dapet pemandangan ternyata banyak dapet bonusnya di perjalanan kali ini.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Ketemu teman lama dan teman baru di Puncak Gunung Batu

Dan tak sampai disitu saja bonusnya, setelah malam dan turun untuk menuju Jakarta, tak jauh dari situ ada mobil yang bannya terperosok ke got. Eh si kawan-kawan baru ini dengan sigapnya langsung membantu si Bapak, sontak saja mas olo juga harus ikutan lah membantu ini Bapak. Kebaikan yang spontan itu menarik yah, walaupun badan lelah, mata ngantuk, malam gelap menjelang, tapi nyatanya kebaikan spontan itu tetap menang. Kami berupaya membantu agar si mobil bisa terbebas dari selokan. Dan rasa bangga campur haru terjadi seketika mobil bisa kembali ke jalanan. Smoga selamat sampai tujuan yah pak.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Bantuin bapak yang mobilnya terperosok

Inilah kisah petualangan kali ini, banyak bonusnya, banyak pembelajarannya, banyak kejutan dan spontanitasnya. Ini baru namanya berpetualang.

Gunung Batu, Kejutan Kecil di Jonggol
Ini batu Petualangan

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

 

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *