Kesuksesan Tanpa Paradox, Semanis Gemblong!

“Kalau konsep kesuksesan itu diibaratkan pertandingan, maka akan ada pihak yang kalah dari setiap kemenangan kita.”

Mas_Olo

Siapa yang tidak suka dengan pertandingan, sebuah bukti mutlak bahwa kita bisa menunjukan seberapa hebat dan suksesnya kita dalam memenangkan pertandingan tersebut. Bukti bahwa latihan yang selama ini dilakukan sudah benar, bahkan tepat. Bukti bahwa kita lebih hebat dari lawan-lawan kita. Bukti bahwa kita sanggup menantang dan mengalahkan penantang kita dalam pertandingan itu. Siapa yang paling kuat, siapa yang palin cepat, siapa yang paling pintar, siapa yang paling berkuasa.

Kesuksesan Tanpa Paradox
Kesuksesan ibarat pertandingan di dalam sebuah ring tinju

Sebuah kesuksesan dalam bisnis tidaklah ubahnya sebuah ring pertandingan. Dimana ada berbagai macam kompetitor yang siap menerjang kita, dimana ada sebuah tekad dan personal yang perjuangkan disitu, dimana ada sebuah waktu yang dituntut di dalamnya, dimana ada banyak penonton yang akan menilai untuk siapa sorak-soraknya diberikan. Hanya ada 2 pilihan dala pertandingan, menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati. Pemenang akan tetap berdiri dengan elu dari penonton, sedangkan pecundang hanya akan tertunduk lesu turun ring menuju pintu kekalahan.

Setelah kemarin menonton sebuah kisah sukses dari franchise industri makanan yang menjadi raksasa di dunia, disitu saya melihat bahwa bisnis dan kesuksesan tak ubahnya sebuah pertandingan, bahkan perang. Dimana terjadi upaya untuk menguasai, meninju, melemahkan, mempermalukan, bahkan mempercundangi pihak lawan. Memang banyak kisah sukses di dalam sebuah pertandingan, tapi kisah sukses itu tak ubahnya sebuah paradox dimana setiap ada yang menang, pasti akan ada yang kalah. Setiap ada yang berteriak kesenangan, akan ada yang tertunduk lesu. Setiap ada yang bersorak gembira sembari mendongak kepala, pasti aka nada yang tertunduk lesu. Paradox kesuksesan yang biasa selalu digembar-gemborkan oleh banyak motivator atau bos-bos besar. Pesannya sederhana: Jikalau tidak mau menjadi pecundang, maka jadilah pemenang.

Kesuksesan Tanpa Paradox semanis gemblong!
Kisah kesukesan pengembang konsep dalam mengalahkan yang empunya konsep itu sendiri.

Tapi apakah setiap kemenangan akan selalu melahirkan pihak yang menjadi pecundang, apakah setiap kemenangan akan menimbulkan kekalahan bagi pihak lainnya? Tidak adakah kemenangan yang lahir karena kemenangan pihak lain? Sebegitu pentingkah kemenangan sehingga kita tega membuat seseorang atau satu pihak menjadi pecundang sejati? Hhmmm…

Pandangan mengenai paradox kemenangan dan kesuksesan seketika berubah, ketika pagi tadi saya dikagetkan dengan pikiran saya sendiri, yang lantas memutar kembali kejadian sederhana sepulang dari Gunung Gede.

Begini kisahnya….

Sudah hal yang sangat lumrah ketika kita naik bus jurusan Cianjur-Kampung Rambutan, banyak sekali para pedagang yang menanti untuk bisa meraih kesempatan masuk ke dalam bus yang saya tumpangi. Di setiap perberhentian yang ada, sudah pasti si kenek membukakan pintu kesempatan untuk para pedangang bergantian hilir mudik. Memang sedikit mengganggu, apalagi jika bus penuh sesak, tapi tak apalah, mereka kan hanya berjuang untuk bisa mengasih rejeki disini. Selain itu toh mereka juga menawarkan solusi bagi kami yang kelaparan atau kehausan di tengah perjalanan. Hal yang sangat lumrah sekali.

Kesuksesan Tanpa Paradox semanis gemblong!
Perjalanan Inspiras dari Cianjur menuju Jakarta

Yang tidak lumrah adalah sebuah inspirasi yang saya dapatkan dari penjual gemblong yang urun untuk naik bus ketika melihat ternyata di dalam bus sudah ada penjual gemblong lainnya. Entah temannya atau musuhnya, entah dia kenal atau tidak sama sekali. Yang jelas niatnya untuk mengalah terlihat jelas sesaat ketika dia mengurunkan niatnya untuk meraih pintu kesempatan untuk mencari rejeki di bus yang saya tumpangi. Hhhmmm heran saya, kenapa dia tak lantas naik saja, toh pedagang gemblong yang sudah duluan masuk ada di depan, kan dia bisa mengambil kesempatan untuk penumpang yang dibelakang kan. Atau bisa saja dengan kepiawaiannya dalam menawarkan gemblong bisa jadi ada penumpang yang lebih tertarik membeli miliknya. Atau bisa jadi gemblongnya lebih enak, lebih manis atau lebih besar daripada punya akang yang lainnya. Atau bisa juga dia memberikan kantong plastik yang lebih lucu dan instagramable untuk meraih simpati. Atau bisa saja dia mengarang sebuah kisah sedih bahwa dia menggemblong demi anak yang sedang sakit dirumah. Atau jika ilmu brandingnya lebih tinggi sedikit, dia bisa saja mendekati seseorang untuk coba menarik simpati seorang travelife blogger demi dimasukan ke dalam sebuah tulisan inspirasi ilmu berbahagia dengan sebuah gemblong untuk tujuan personal branding kan. Hhhmmm… bisa saja.. tapi nampaknya bukan itu yang dilakukannya, dia memilih untuk mengalah, memilih untuk membiarkan pergi kesempatan itu agar pedagang lain bisa meraih kesempatan itu, memilih untuk bersikap manusiawi ketimbang mentaati insting bisnisnya yang menggebu-gebu, memilih pertemanan (mungkin) dibanding persaingan bisnis. Good attitude

Kesuksesan Tanpa Paradox semanis gemblong!
Penjual gemblong yang mengerti etika bisnis

Seketika pandangan saya mengenai kesuksesan dan kemenangan berubah drastis. Sebuah inspirasi sederhana datang dari manisnya gemblong. Kesuksesan bukanlan kesuksesan jikalau kita mendapatkannya dengan mengorbankan orang lain, dengan mengalahkan orang lain dengan telak, dengan mempecundangi orang lain, dengan berteriak lantang di depan muka orang yang kalah: “SAYA YANG MENANG!!!”. Bukan kesuksesan itu yang saya inginkan, bukan kemenangan jenis itu yang lantas menjadi tujuan hidup saya. Kemenangan sejatinya adalah cara untuk membuat orang lain bahagia dengan kemenangannya, kemenangan sejatinya adalah hasil yang diraih ketika kita bisa membuat orang sekeliling kita (bahkan kompetitor kita) merasakan manisnya kemenangan juga. Kesuksesan sejatinya adalah saat kita bisa turut serta dalam kesuksesan orang lain. Menjadi bagian dari kesenangan dan kemenangan orang lain, turut serta dalam membantu perjuangan orang lain, turut serta dalam pengembangan bisnis rekan bahkan kompetitor bisnis kita. Klise nampaknya, tapi bukannya mustahil!

Kesuksesan Tanpa Paradox semanis gemblong!
No caption needed

Andaikan konsep Kesuksesan dan kemenangan tanpa paradox ini bisa berkembang niscaya akan banyak para pemenang-pemenang di dunia yang memiliki hati pemenang sesungguhnya, yang mendapatkan kemenangan dengan cara memenangkan hati orang lain. Betapa indahnya dunia bisnis jika ini terjadi, betapa indahnya dunia ini jika banyak orang berlomba-lomba membantu orang lain untuk bisa sukses. Akan banyak jaringan kemenangan yang sukses terbangun karena setiap orang sukses memiliki visi untuk turut mensukseskan orang lain.

Kesuksesan Sejati

Bayangkan betapa indahnya dunia kantor tanpa ada perlu orang-orang yang berusaha mencari muka ke atasan, tanpa perlu Bluffing hal-hal yang spektakuler demi menarik simpati bos/owner, tanpa ada lagi orang yang berusaha naik jabatan dengan cara mengorbankan rekan kerjanya, tanpa perlu ada lagi pencarian moment-moment untuk berusaha tampak baik di depan atasan dan lainnya. Semua orang berusaha semaksimal mungkin membuat orang lain sukses dan menang, karena kemenangan dan kesuksesan orang lain adalah kesuksesan bagi dirinya juga.

Bayangkan betapa manisnya kita hidup di dunia tersebut, semanis gemblong yang dijual si akang tadi, semanis sikap si akang yang siap mengalah demi sesama pedangang gemblong meraih rejeki.

Manise kokondao kaka….

Kesuksesan Tanpa Paradox semanis gemblong!
Restu Quotes

Salam Inspirasi,

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

4 thoughts on “Kesuksesan Tanpa Paradox, Semanis Gemblong!

  • April 16, 2017 at 11:04 pm
    Permalink

    Semanis2 gemblong..masih kalah sama manisnya teh Euis

    Reply
    • April 18, 2017 at 6:38 am
      Permalink

      Aihhh… itu sih bikin diabetes akut…hahahha…

      Reply
  • April 17, 2017 at 12:42 am
    Permalink

    Padahal para inventor produk berpikir simple saja: berguna utk masyarakat and be a game changer.

    Reply
    • April 18, 2017 at 6:40 am
      Permalink

      Setuju sangat, buat produk yang berguna dan menjadi pionir.. Tapi kalau sudah terbentur masalah moneteisme dan Tuntutan profit, terkadang segala cara dihalalkan… Yah tujuan bisnis kan memang mencari profit, klo mencari sosial namanya NGO donk yah 🙂

      Salam Inspirasi Anyway…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *