Cari Inspirasi di Ujung Bekasi: Pantai Pakis

“Bagus atau tidaknya suatu tempat bergantung dari sudut pandang kita sebagai seorang travellers.”

-Mas_olo-

“ Hah…. Bekasi? Emangnya ada tempat bagus disitu?”

“ Ahh males sama macetnya Bekasi!!!”

“Emang ada apaan di Bekasi selain macet dan banjir?”

Hahhahahaha… itulah kata-kata yang terlontar pasti begitu mas olo bilang ke temen-temen mau berpetualang ke daerah Bekasi. Ya elah, ngapain jauh-jauh ke Bekasi sih, kenapa ga ke pulau seribu ajah kalau mau cari pulau dan pantai..hahahahha..

Yap, Bekasi memang kadang dipandang sebelah mata. Pertama karena macetnya, kedua karena jauhnya, ketiga karena sering banjirnya. Lengkap sudah si Bekasi menjadi objek penderita bully (yang sabar yah Bekasi..hahahahha). Mungkin masih ada yang ingat meme-meme mengenai Bekasi yang harus dicapai pakai roket-lah, harus bikin paspor khusus-lah, sampai-sampai ada fenomena iklan sebuah operator mengenai Bekasi yang sontak langsung mendapat reaksi keras dari yang empunya kota..hahahha… Sebegitu sedihnya Bekasi yak… kasian amat..hahahha…

Inspirasi Di Ujung Bekasi
Nih Mas Olo udah punya donk Paspornya..hehhehe..
Inspirasi di Ujung Bekasi
Cinta di bekasi, samperin ga yah..aahahaha
Inspiasi di Ujung Bekasi
Masa lebih mudah ke ausi? hahahha

Berbekal info dari teman mas olo bahwa ada pantai tersembunyi di bilangan Bekasi (teman mas olo tinggal di Bekasi nih ceritanya..hahahha), berangkatlah mas olo menuju tempat tesebut. Browsing-browsing di internet memang ada beberapa travelers yang sudah pernah ke situ dan mereview tempat itu. Tapi memang kebanyakan bilang kurang worthed kesana, karena selain jauh, akses jalan menuju ke tempat itu rusak parah. Ditambah setelah sampai ke tempat itu juga kurang oke (kalau dibandingin pantai-pantai di pulau seribu, Lombok dan Bali….). Ya iya lah, klo ekspektasi pantai yang kita maksud seperti pantai-pantai di pulau seribu, pantai Pandawa di Bali atau pantai gili di Lombok, bakalan ga bakal ketemu ekspektasi kita. Ketinggian cuy, ga sebanding lah.

Nah berbekal gps dan review dari travel blogger lainnya, berangkatlah olo menuju bilangan Bekasi. Eh bukan bilangan lagi deh, bisa dibilang ujungnya Bekasi. Penasaran ajah sih, bakalan nemuin apa saja disana. Tapi justru rasa penasaran itulah yang menjadi trigger utama mas olo menuju ujung Bekasi. Penasaran sama inspirasi apa yang akan ditemukan di sana, penasaran sama perjalanannya, penasaran sama pantainya juga (sejelek apaan sih..hahahahha).

Destinasi awal: Pantai Muara Beting

Tadinya pantai yang akan dituju bernama Pantai Muara Beting, terletak di desa Muara Gembong, melewati jalur babelan. Nah jalur ini nampaknya familiar bagi mas olo, karena tempo hari pernah mendistribusikan bantuan ke sini pas ada banjir besar di muara gembong. Cuma, karena jalannya malem jadinya lupa-lupa inget.

Ini dia Si SUpra XXX yang setia menemani…
Inspirasi di Ujung Bekasi
Eh buset napa ada kapal nyangsa dimari?

Harap-harap cemas bakalan ga ketemu jalannya, eh ternyata banyak plang kok untuk menuju ke muara gembong. Dari babelanpun juga sudah ada keterangan plangnya, jadi ga usah takut nyasar, apalagi sekarang kan jaman udah canggih, bisa nanya ke mbah google map. Kalau dari google map tertera jaraknya kurang lebih 70-an kilo, eh buset mayan juga yah. Jarak tempuh yang tertera disana adalah 3 jam-an. Nah lho kok jadi jauh yak, udah kayak ke bogor ini mah….hhmmmm… Tapi mas olo tetap melanjutkan perjalanan dengan motor tercinta, supra xxx.

Inspirasi di Ujung Bekasi
Tenang, ada plangnya kok… Inget yah Muara Gembong…

Berpetualang Naik Motor

Nah enaknya kita berpetualang naik motor adalah fleksibelitasnya. Kalau nyasar atau salah belok gampang buat putbal (alias putar balik), kalau bingung sama belokan tinggal melipir untuk tanya orang, kalau ada spot bagus tinggal ngeluarin hape buat jepret-jepret. Enak deh pokoknya naik si supra xxx. Dan benar saja perjalanan memakan waktu yang tertera di google map. Mas olo berangkat jam 10.30 siang, eh sampe disana jam 13.30 siang. Panas terik cuy, tapi perjalanan tidak dirasa melelahkan, karena sejujurnya tipikal jalan begini yang mas olo suka, kiri kanan sawah, ada sungai kecil, anak-anak kecil yang pulang sekolah dan robongan kambing yang kerap menyebrang jalan. Semesta juga mendukung perjalanan mas olo, dikasih cuaca yang tidak mendung tapi juga tidak panas terik walaupun tengah bolong. Intinya, nikmati ajah setiap perjalanan mau panas kek, mau ujan kek, mau salju kek, yang penting nikmati ajah perjalanan itu, kunci bahagia sederhana sih disitu..hehehhe…

Inspirasi di ujung bekasi
Enaknya naik motor, bisa berenti mendadak buat foto….
Inspirasi di Ujung Bekasi
Tipikal jalan yang asik buat dinikmati….

Nah Lho, Kok Namanya Beda: Pantai Pakis?

Nah akhirnya setelah perjalanan yang asoy, mas olo sampai juga di pintu gerbang pantainya. Eh tunggu dulu, kok nama pantainya lain she, perasaan bukan pantai ini yang mau dituju..nah lho masa udah sejauh ini nyasar, ga lucu dah..hahahha..

Inspirasi di Ujung Bekasi
Nah lho, kok nama Pantainya beda???

Jadi ceritanya kan mas olo pingin ke pantai yang bernama Muara Beting, dimana katanya pantai ini muncul sebagai fenomena daratan yang timbul di ujung Bekasi gitu. Kayaknya sih karena dampak abrasi, atau adanya endapan lumpur yang berkumpul menjadi daratan kecil yang bisa disebut pulau. Nah ini malahan di depan gerbang nama pantainya beda, namanya pantai  Pakis. Jiaaaahhh…. Pusiang kali ini. Nanya-nanya penjaga yang ada disana, ternyata mas olo salah belok, harusnya ke kiri lah ini ke kanan. Jadilah sampai disini Pantai Pakis. Berhubung sudah kepalang tanggung ya sudah rubah destinasi ajah, jadi kesini, toh sama-sama pantai. Bayar 10 ribu dah masuklah olo ke pantai Pakis ini. Cihuy mantai…hahhaha…

Inspirasi di Ujung Bekasi
Jalannya belum mulus kk.. Please Be careful!

Ternyata, usut punya usut, pantai resminya Karawang yah ini, Pantai Pakis. Dimana sudah seperti pantai-pantai wisata pada umumnya, mengenakan tarif masuk sebesar 10 ribu rupiah, dan ada tempat-tempat makan, minum dan kamar mandi untuk bilas. Pakis sendiri diambil dari nama desa yang ada di sini, dimana di desa ini banyak pohon pakisnya. Oh iya untuk masuk ke dalam pantainya sendiri aksesnya belum semulus paha Maudy Ayunda lho. Jalannya masih rusak,bergelombang dan kiri kanannya kek ada genangan air di sawah gitu. Sempet ragu untuk masuk, tapi karena udah terlanjur bayar 10 ribu yah kudu cus. Hal pertama yang mas olo lakukan adalah foto, sebagai bukti otentik bahwa Bekasi punya pantai..ahahhahaha.. Hal kedua adalah eksplore, berhubung motor bisa masuk sini, jadilah eksplore ujung kiri dan kanannya menggunakan motor. Penasaran ajah sama garis pantai pakis ini. Nah pas mas olo eksplore inilah bertemu dengan Pak Sukmidi, sumber inspirasi di ujung Bekasi.

Inspirasi di Ujung Bekasi
Taraaa…. Ini dia nih Pantai Pakis Bekasi…
Inspirasi dari ujung bekasi
Ada kampung nelayannya juga lho.. Yaelah, pasti lah namanya juga di pantai..hahaha
Inspirasi di Ujung Bekasi
Si Supra XXX kesenengan ngeliat beginian
Inspirasi Ujung Bekasi
Tuh kan, bagus juga kok ini pantai klo diliat-liat.
Inspirasi di ujung Bekasi
Ada Spot yang instagramable ternyata..hahhaha..
Inspirasi di Ujung Bekasi
Ini dimana yak? Masih di Pantai Pakis Bekasi mas brog..ehhehehe

Inspirasi dari Ujung Bekasi: Pak Sukmidi

Pak Sukmidi ini adalah seorang nelayan di pantai pakis, penduduk lokal yang semenjak lahir sudah mengenal pantai dan merasakan asinnya air laut. Beliau juga punya salah satu warung makan dan minum di pantai ini, dan kerennya di warungnya udah di bangun lantai 2 untuk tempat karaoke (entah karaoke apa yang dimaksud..hehe).

Inspirasi dari Ujung Bekasi
Inspirasi dari Ujung Bekasi

Awalnya mas olo hanya tanya bedanya pantai muara beting sama pantai pakis ini apa, eh tau-taunya sudah jadi perbincangan seru mengenai ngalor-ngidul, mulai dari pembangunan tol di atas laut, perusahaan yang berniat untuk membeli desa pakis, sampai tanah yang dia miliki. Eh jangan salah,walapun si bapak ini hanya bercelana pendek dan bertelangjang dada saja, tapi beliau juragan loh, juragan gorengan sama juragan ikan asin..hahhaha… Lumayan kan kalau mau stock ikan asin bisa ke bapak ini. Lucunya, mas olo ngobrol sama si bapak ini di tengah-tengah jalan pinggir pantai diatas motor, sontak saja kita diklakson sama temannya pak Sukmidi yang mau liwat..hahahahha… Akhirnya kita melanjutkan obrolan di tempatnya pak Sukmidi. Duh saking enaknya ngobrol sampai lupa moto tempatnya si pak sukmidi. Maap yak pak, next time deh saya berkunjung bakalan saya foto dan promoin di sesuapnasi..hehehhe..

Saatnya Hunting

Puas ngobrol dan eksplore, akhirnya saya mengeluarkan senjata untuk hunting. Yap tripod dan camera, sembari menanti senja. Dibekali oleh pisang (laah pisang? Beneran?), iyah pisang yang mas olo beli di jalan, Cuma 6 ribu saja, mas olo menanti datangnya golden hour di pantai pakis ini. Sebenarnya pantai pakis ini ga bagus- bagus amat, pasirnya berwarna hitam sedangkan lautnya berwarna kecoklatan. Tapi untungnya tidak ada bau menyengat ikan asin khas pantai-pantai di Jakarta, jadi masih enak lah untuk menikmati angin dan suasana pantainya..hehehhe..

Pantai Pakis di Bekasi
Bermodalkan pisang 6 ribu rupiah saja..hehhehe…

Sebenarnya, terlepas dari bagus atau jeleknya sebuah tempat, seorang travelers sejati harus bisa menikmati setiap perjalanannya. Apalagi seorang travel blogger kan harus membagikan apa yang dinikmatinya melalui tulisan kan tuh, nah apa yang mau dibagikan kalau kita sendiri tidak menikmatinya. Memang ini pantai sangat-sangat kurang dibandingkan pantai-pantai lain yang pernah mas olo kunjungi, tapi paling tidak suasana dan anginnya tetap sama. Cara menikmatinya pun juga bisa sama, duduk di pinggir pantai sembari duduk santai.

Pantai Pakis di Bekasi
Menanti Senja di Ujung Bekasi

Jadi akhir kata, dimanapun tempatnya, bagus atau jelek tempatnya, seorang travelers harus bisa mengeluarkan  cita rasa seninya. Karena sejatinya, travelling itu adalah seni, seni untuk menikmati, seni untuk mencari inspirasi dan seni untuk mensyukuri.

Pantai Pakis di Bekasi
Senja Sederhana di Ujung Bekasi
Pantai Pakis di Bekasi
Karena travelling adalah Seni

 

Note: Foto-foto diatas diambil dari Environment yang sebenarnya yah, objek yang sebenarnya, moment yang pas… Mas olo cuma naikin warnanya sedikit kok biar kinclong, suweerr…hehehehe…

Salam Inspirasi,

Mas Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *