Sudut Inspirasi: Munara

“Inspirasi bertebaran dimana-mana, bahkan ketika kita sedang melarikan diri dari rutinitas yang menjemukan.”

Mas_olo

Munara selalu punya cerita tersendiri bagi mas olo. Gunung dengan ketinggian tak kurang dari 1119 mdpl ini selalu punya pesona tersendiri bagi mas olo. Diawali dengan rasa kangen mendaki gunung (udah kurang lebih 1 tahunan nih vakum nanjak), searching gunung yang pendek dan dekat dengan Jakarta. Tujuannya sih supaya bisa hemat diongkos dan ga perlu nenda-nendaan.

Mas olo selalu berpikir bahwa setiap perjalanan pasti akan memiliki keunikannya sendiri. Tergantung sudut pandang mana yang akan kita ambil untuk menikmatinya. Sebenarnya gunung munara paling indah dinikmati viewnya adalah pada saat sunrise, atau dengan kata lain harus berangkat malem atau subuh. Nah berhubung mas olo paling males bangun pagi, jadilah berangkat agak siangan, sendirian (waktu itu masih jomblo) dan berbekal kamera dan baju natgeo (biar dikira lagi observasi lingkungan hidup…hehehe).

Seperti biasa, gunung yang sudah booming di social media pasti akan dipenuhi banyak wisatawan, turis, bocah kampung (akamsi bahasa kerennya), para travelers, photo hunter sampai anak-anak alay. Nah yang malesinnya adalah lebih banyak porsi yang terakhir, yaitu anak-anak alay. Mending cuma alay ajah, lah ini pake acara ngerusak alam, corat-coret batu, korek-korek tanah, buang sampah sembarangan, ngomong jorok bin kotor ditambah setiap jengkal selalu ngeludah. Hadeh cape deh…

Nah daripada kesel, mas olo memilih untuk bersabar dan tetap menikmati pemandangan. Dan tiba-tiba ada sudut inspirasi yang mengalihkan dunia mas olo. Oalaah inspirasi bertebaran disini, ndak sabar untuk membagikan semangat dan inspirasi itu. Asik…asik…asik…

Sudut Inspirasi Pertama: Kakek Sang Penjual Minuman

Inspirasi dari Munara
Si kakek sedang menikmati rokok sembari menunggu pembeli

Yap, mata mas olo langsung auto focus begitu melihat seorang kakek yang sedang menjajakan aqua dan minuman lainnya. Memang tak dapat dipungkiri, tempat wisata seperti ini menarik banyak para warga lokal untuk mencari sesuap rejeki di sini. Tapi entah kenapa, mas olo selalu terkagum-kagum melihat sosok tua yang tetap semangat mencari sesuap rejeki di masa senjanya. Entah itu karena keinginannya sendiri atau karena tuntutan ekonomi yang menghimpit. Terlihat wajah sabar dan ikhlas bekerja dalam segala kondisi. Perlu digarisbawahi adalah untuk sampai ke tempat jualan si kakek ini, mas olo menghabiskan kurang lebih 2 liter keringet. Nah berarti si kakek kuat juga yah nanjak ke sini plus bawa barang dagangannya. Kagum….

Sudut Inspirasi Kedua: Like Father Like Son

Inspirasi sesuap nasi
Kemesraaan antara ayah dan anak… inspiring

Duh ileh, kalau ini sih bisa dibilang inspirasi yang romantis juga. Bukan romantis ala picisan lho yah, tapi romantis ala bapak dan anak. Betapa pandangan mas olo teralihkan melihat bapak dan anak yang kompak mengumpulkan botol aqua dan gelas-gelas aqua yang berserakan di gunung munara. Sang anak yang menunjukan tempatnya, si bapak yang lekas mengambilkan. Suatu adegan terpampang nyata saat si anak kesulitan coba meraih botol aqua yang tidak seberapa di pinggir jurang gunung munara. Bak seorang pahlawan, si bapak dengan sigap langsung mengambilkan botol aqua itu untuk anaknya. Ahh… my dad is my hero

Sudut Inspirasi Ketiga: Si Peduli Lingkungan

Inspirasi sesuap nasi
Sembari lirih dia berkata: “Kasian alamnya kalau ada sampah begini…”

“Plukk…” begitu mungkin suara botol aqua yang dibuang serampangan oleh seorang gadis abegeh setelah selesai menengguk seluruh isinya dengan cueknya. Eh bujug, nyampah dia.. ggrrr…. Dasar alay… Mas olo bersegera bangun untuk mengambil sampah itu, eh tapi ternyata keduluan dengan si bapak ini. Usianya tidak terlalu muda, tidak terlalu tua juga.

“Wah, keduluan deh sama bapak..hehhe” sapaku sopan.

Si bapak hanya tersenyum simpul, sembari membalikan badan mengambil botol aqua tersebut kemudian berceloteh pelan “Kasian alamnya kalau ada sampah begini…”

Jegeeerrrr…. Seketika juga seluruh hentakan darah disekujur tubuh bergetar hebat mendengar pernyataan si bapak. Salut to the max untuk si bapak ini, si peduli lingkungan ini. Andaikan si gadis abegeh tadi mendengar apa yang diucapkan bapak ini… Makasih bapak untuk inspirasinya.

Sudut terakhir: Kang Asep Si Pelega Dahaga

Berhubung di puncak gunung munara saya kehabisan amunisi dan air, saya coba cari warung untuk melepaskan dahaga. Nengok ke belakang eh ternyata warungnya deket euy. Iyah, di puncaknya gunung munara memang ada warung yang dijaga oleh Kang Asep. Ada minuman dan makanan ringan plus gorengan bagi yang aus dan laper setelah lelah menanjak puncak munara. Istirahat sejenak, taro kamera, taro tas, menikmati segelas es teh manis dan gorengan pisang sembari melihat view dari puncak munara yang ajib.

Inspirasi sesuap nasi
“Yah kan kasian kalau ada yang nanjak pagi atau sore untuk liat tuh matahari trus mereka keausan ga ada warung. Yah demi lah..hehhe” Katanya

Sedikit penasaran dan bertanya sama si kang asep ini:

“Kang jualannya dari jam berapa sampai jam berapa?”

“Yah tergantung ramenya bang, kalau sabtu minggu kek sekarang ini bisa sampe nginep disini.” kata kang Asep.

“Haahh.. nginep? Kenapa emangnya kang?” tanyaku lagi penasaran.

“Yah kan kasian kalau ada yang nanjak pagi atau sore untuk liat tuh matahari trus mereka keausan ga ada warung. Yah demi lah bang..hehhe” Begitu katanya sembari dengan logat khas sunda.

Ah si akang ini, jualannya bukan cuma buat cari untung lho, tapi untuk menyediakan solusi bagi para pengunjung gunung munara ini. Sampai rela menginap di puncak gunung… kan maenn… Ini nih inspirasi yang harusnya dipelajari oleh para pebisnis masa kini: Bukan hanya cari untung, tapi memberikan solusi nyatainspiring

..

Puas meneguk banyak inspirasi, mas olo beranjak pulang sebelum senja menghilang. Bersyukur banyak inspirasi yang didapatkan diantara deretan kekesalan karena ulah para pengunjung yang tidak menghargai alam. Diantara indahnya pemandangan, ternyata terselip keindahan inspirasi.

Ubah sudut pandang, carilah lebih banyak inspirasi yang bertebaran dimana-mana. Mungkin bagi mereka yang mas olo tulis kali ini adalah mimpi dan usaha untuk mencari sesuap nasi, tapi bagi mas olo ini adalah sumber inpirasi sejati, harta karun!

Inspirasi Sesuap Nasi
“Pemandangan paling indah adalah inspirasi yang bisa menginspirasi kembali.” -Mas_olo-

Salam inspirasi buat mereka yang menginspirasi mas olo hari ini.

*Note: Kalau berkunjung ke suatu tempat wisata, pastikan membeli minum atau gorengan dari warung-warung kecil yang ada disana. Bagi kita mungkin Cuma sekedar jajan biasa, tapi bagi mereka itu adalah sumber untuk sesuap nasi bagi keluarga.

Salam inspirasi,

Mas_olo

 

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

2 thoughts on “Sudut Inspirasi: Munara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *