Semudah Itu?

Masih ingatkah fenomena “Kakek Nasi Uduk” yang sempat menjadi viral di penghujung 2016?

Ada seorang netizen yang kebetulan sedang lewat di bilangan rawamangun dan melihat sebuah warung tenda nasi uduk dimana ada seorang kakek tanpa sengaja tertidur ketika sedang menunggu pelanggan, dan waktu menunjukan pukul 00.00.

Berkat kebaikan hati si netizen yang membeli nasi uduk si kakek serta memfoto dan menyebarluaskan informasi tersebut di social media, kini warung nasi uduk tersebut langsung ramai diserbu oleh orang-orang yang melihat postingan tersebut. Nasduk yang tadinya hingga pukul 01.00 dini hari biasanya masih ada, kini pukul 22.00 malam saja sudah ludes. The power of Social media.

Fenomena Kakek nasi uduk

Perpaduan antara kebaikan hati, kepedulian akan sesama dan sosial media berbuah manis bagi si kakek. Kekuatan yang dihasilkan dari ketiga unsur tersebut sangat luar biasa. Super duper very awesome. Bayangkan berapa banyak kebaikan yang bisa kita buat setiap harinya melalui media sosial, bayangkan berapa banyak orang yang terbantu dengan kebaikan melalui media sosial. Bayangkan berapa banyak orang yang termotivasi untuk melakukan kebaikan melalui media sosial tersebut. Super fantastis.

Kakek nasi uduk Final
Kakek ini sangat terbantu sekali dengan adanya The Power Of Social Media

Dengan adanya sosial media, berbuat kebaikan menjadi lebih mudah. Membantu sesama, memberitakan kabar baik, menceritakan perjuangan hidup seseorang, membuat seorang yang tadinya tiada berarti menjadi berati, membuat kebaikan setiap harinya, sangat mungkin dilakukan di media sosial. Semudah apakah? Semudah perjuangan si netizen yang mau memutar balik demi membeli nasi uduk si kakek, semudah perjuangan si netizen yang memfoto perjuangan si kakek serta menyebarkannya di social media, semudah perjuangan si netizen untuk membuat “caption” atau “content” yang membuat haru para netizen lainnya. Iyes, semudah itu… Perjuangan yang hanya menggunakan 10 jari tangan, sebuah pemikiran dan sebuah kepedulian.

Jika ternyata berbuat baik semudah hal tersebut,

lantas mengapa kita masih enggan untuk berbuat baik?

..

Jika perbuatan baik ternyata mampu dihasilkan oleh jari-jari tangan kita,

mengapa kita masih enggan melakukannya?

Jika perbuatan baik ternyata hanya membutuhkan pemikiran dan hati,

mengapa kita tidak bersegera melakukannya?

..

Semudah itu?

Just do it !!!

Salam inspirasi,

Mas_Olo

Mas_Olo

Berbagi dalam kesederhanaan, Bercerita dalam kegembiraan, Menyelami sebuah Inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *